LOBAR – Genap satu tahun masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat (Lobar) H Lalu Ahmad Zaini-Hj Nurul Adha (LazAdha), 20 Februari 2026, berbagai capaian strategis mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Meski dalam rentang waktu yang relatif singkat, pemerintah daerah (Pemda) Lobar telah berhasil meletakkan fondasi kuat sektor ekonomi, birokrasi, hingga pembangunan infrastruktur yang merata. Bahkan terlihat nyata dirasakan dampaknya pada keramaian Giri Menang Park, dan Monumen Giri Menang Squre (GMS) yang kini menjadi roda pemutaran ekonomi. Janji politik program Satu Miliar Perdesa juga mulai berjalan ditahun kedua pasangan LazAdha ini.
Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini, menyampaikan bahwa periode awal jabatannya merupakan fase krusial melakukan adaptasi dan penataan pola kerja. Menurutnya, hasil dari kebijakan-kebijakan tersebut kini mulai terlihat melalui data indikator pembangunan maupun testimoni langsung dari warga di berbagai wilayah. Bahkan yang paling nyata hasilnya ditahun pertama ini peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang melebihi target dan menjadi sejarah.
“Saya tidak perlu menyampaikan, biar masyarakat yang menilai hasilnya,” ungkap LAZ yang dikonfirmasi, Kamis (19/2).
Salah satu fokus utama penguatan ekonomi sektor riil ditahun pertama yaitu program modal usaha tanpa bunga. Program ini sukses memberikan Modal stimulus bagi pelaku usaha kecil di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Selain itu, penataan kawasan pusat pemerintahan Gerung juga menjadi prioritas indikator kemajuan ibu kota kabupaten. Ditambah program Car Free Night dan Car Free Day setiap akhir pekan membuat Gerung yang dulu sepi kini menjadi pusat keramaian.
“Begitu juga dengan yang lainnya, infrastruktur juga sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Penataan infrastruktur ini tidak hanya terpusat di pusat kota, tetapi juga menyentuh kawasan wisata dan pemukiman warga. Penerangan jalan umum di wilayah-wilayah yang sebelumnya gelap kini mulai terang benderang, seperti di kawasan Lembar hingga Dasan Cermen, serta dari Rumak hingga Kediri. Transformasi ini diakui membawa perubahan suasana sosial dan keamanan bagi masyarakat setempat.
Di bidang tata kelola pemerintahan, Lobar mencatatkan prestasi gemilang dengan indeks reformasi birokrasi yang diklaim sebagai salah satu yang tertinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Keberhasilan ini dicapai melalui perombakan organisasi yang dilakukan secara halus tanpa menimbulkan gejolak internal yang berarti.
“ Itu menandakan bahwa ada perubahan-perubahan. Saya pikir setahun kemarin itu adalah tahun adaptasi, gaya kepemimpinan, cara bekerja, saya pikir itu sudah cukup,” jelas Bupati.
Kemandirian fiskal daerah juga menunjukkan tren positif. Pertama kalinya dalam sejarah PAD Lobar mampu melampaui target yang ditetapkan. Kenaikan PAD yang signifikan ini, yang mencapai hampir Rp100 miliar, menjadi modal Pemda membiayai program-program pembangunan secara berkelanjutan meskipun di tengah keterbatasan fiskal nasional.
Perjalanan satu tahun LazAdha bukannya tanpa kendala. Keterbatasan fiskal akibat pemotongan anggaran pusat menjadi tantangan tersendiri. Namun, disiasati dengan strategi optimalisasi anggaran yang ada dan peningkatan efektivitas penagihan potensi pendapatan daerah.
LAZ menekankan bahwa visi dan misi yang ia janjikan kepada masyarakat dilakukan secara bertahap. Ia tetap terbuka terhadap masukan dan kritik sebagai bahan evaluasi demi perbaikan di masa mendatang.
“Tentu sebagai manusia biasa tidak ada yang sempurna, saya menyadari itu. Tetapi mari terus kita berikan masukan kepada pemerintah ini, insyaallah segala masukannya juga akan jadi bahan pertimbangan. Di waktu yang secara perhitungan tidak kami rencanakan pun kami maksimalkan untuk kegiatan ini,” tutupnya. (win)
