LOBAR — Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menunjukkan komitmennya menjaga ketahanan pangan masyarakat, khususnya bagi para nelayan terdampak cuaca ekstrem. Bupati turun langsung menyerahkan paket bantuan kepada ratusan kepala keluarga nelayan di wilayah Kecamatan Batulayar yang kini tengah menghadapi cuaca ekstrem sehingga tidak bisa melaut.

Bahkan para nelayan di kawasan pesisir tersebut sudah hampir dua bulan tidak dapat melaut. Gelombang tinggi dan angin kencang yang melanda perairan Nusa Tenggara Barat memaksa mereka menyandarkan perahu, yang berdampak langsung pada hilangnya mata pencaharian utama. Kehadiran Bupati beserta jajaran di hari libur bentuk empati pemerintah daerah meringankan beban ekonomi warga. Terutama menjelang masuknya bulan suci Ramadhan.

Didampingi oleh Penjabat (Pj) Sekda Lombok Barat, H. Akhmad Saikhu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) serta Ketahanan Pangan, H. Afgan Kusumanegara, serta jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Camat Batulayar, Penyerahan bantuan bagi 738 Kepala Keluarga (KK) dipusatkan di kantor Desa Meninting. Bantuan itu tersebar di empat desa, yakni Desa Meninting, Desa Senteluk, Desa Batulayar Barat, dan Desa Batulayar.

Bupati LAZ menjelaskan bahwa fenomena cuaca ekstrem ini merupakan siklus tahunan yang kerap melanda warga pesisir. Menuntut kesiapsiagaan pemerintah hadir di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemilihan waktu penyerahan bantuan, meski di hari libur, bertujuan agar warga memiliki kepastian stok pangan sebelum menjalankan ibadah puasa yang tinggal menghitung hari.

“Hari libur kami tetap turun memberikan bantuan ini? Karena kami tidak ingin tinggal sehari dua hari puasa ini beban warga semakin berat. Jadi, ini mudah-mudahan bisa membantu sedikit kebutuhan warga,” ujar Bupati LAZ di sela-sela kegiatan.

Secara rinci, bantuan beras tersebut didistribusikan kepada 477 paket untuk Desa Meninting, 102 paket untuk Desa Batulayar Barat, 109 paket untuk Desa Senteluk, dan 50 paket untuk Desa Batulayar. Selain bahan pokok berupa beras, BPBD Lombok Barat juga menyertakan bantuan tambahan berupa 70 kardus mi instan, 30 paket perlengkapan balita, 56 paket makanan anak, serta gula pasir untuk melengkapi kebutuhan nutrisi keluarga nelayan.

Bupati berharap kondisi cuaca segera kembali normal agar aktivitas ekonomi di sektor perikanan dapat berputar kembali. Ia juga berpesan kepada perangkat desa, mulai dari Kepala Dusun hingga Camat, untuk proaktif melaporkan kondisi mendesak yang dialami warga kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar solusi cepat dapat segera ditemukan.

“Sebab kalaupun berat, kalau kita pikul bersama, persoalan tidak akan terasa terlalu berat. Saya juga mengajak para nelayan agar pandai mengelola hasil laut saat tangkapan melimpah dengan cara menabung. Jangan sampai meminjam uang di rentenir karena bunganya sangat memberatkan,” imbuhnya.

Sebagai solusi permodalan, Pemkab Lobar telah menyiapkan program pinjaman modal tanpa bunga untuk membantu warga mengembangkan usaha sampingan. Selain memberikan bantuan darurat, Bupati LAZ menegaskan bahwa pembangunan di wilayah Lombok Barat bagian utara, khususnya Batulayar, terus menjadi prioritas. Hal ini dibuktikan dengan revitalisasi kawasan wisata seperti pembangunan jogging track dan dermaga di Senggigi, serta optimalisasi Penerangan Jalan Umum (PJU) dari Meninting hingga perbatasan Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Senada dengan Bupati, Kepala DKP dan Ketahanan Pangan Lobar, H. Afgan Kusumanegara, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan saat ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pangan sehari-hari. Ia menekankan bahwa pemerintah bergerak berdasarkan data usulan yang masuk dari desa-desa terdampak untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

“Kami menghimpun data dari mereka yang menyampaikan proposal saja, itu yang kami anggap terdampak. Untuk di bagian utara ini ada empat desa, totalnya 738 nelayan dengan rincian di Meninting dan sebagainya,” ujar Afgan Kusumanegara.

Selain bantuan pangan, Pemkab juga mendorong para nelayan untuk memiliki kemandirian finansial dalam menghadapi siklus cuaca buruk tahunan. Salah satu pesan yang ditekankan oleh Bupati Lobar, pentingnya budaya menabung saat musim tangkapan ikan sedang melimpah. Tabungan tersebut diharapkan dapat menjadi jaring pengaman ekonomi ketika cuaca ekstrem melanda.

Afgan Kusumanegara mengingatkan kembali pesan pimpinan daerah agar nelayan lebih bijak dalam mengelola penghasilan.

“Tadi pesan Pak Bupati, ketika banyak hasil tangkapannya di cuaca yang sudah bagus, itu hendaknya ditabunglah uangnya, celengan gitu. Nah, ketika dalam kondisi seperti sekarang ini yang tidak melaut, di situlah kita tebok celengan itu,” tambahnya.

Lebih lanjut, pemerintah juga menyediakan akses permodalan melalui program bantuan usaha tanpa bunga. Program ini bertujuan agar masyarakat pesisir dapat membuka unit usaha alternatif sehingga tidak hanya bergantung pada hasil laut. Kehadiran modal tanpa bunga ini juga diharapkan menjadi solusi agar masyarakat terhindar dari jeratan pinjaman ilegal atau rentenir yang seringkali memberatkan ekonomi warga.

Upaya mitigasi tidak hanya menyasar para nelayan, tetapi juga melibatkan peran istri nelayan melalui program ketahanan pangan keluarga. Dinas Ketahanan Pangan berkomitmen untuk memberikan edukasi mengenai pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk ditanami sayur-mayur. Melalui edukasi ini, keluarga nelayan diharapkan tetap memiliki akses pangan yang sehat secara mandiri meskipun pendapatan dari melaut berkurang.

“Kalau kami dari Dinas Ketahanan Pangan, itu akan memberikan edukasi kepada istri-istri nelayan bagaimana cara memanfaatkan pekarangan dengan sayur-sayuran, sehingga ketika mereka tidak bisa mendapatkan ikan dari laut akibat cuaca, kebutuhan pangan tetap terpenuhi,” pungkas Afgan. (win) 

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *