PROSES: Desain Islamic Center Lombok Barat yang akan dibangun.(IST)

LOBAR—Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) terus menunjukkan komitmen serius dalam pembangunan infrastruktur monumental. Proyek pembangunan Islamic Center Lobar kini memasuki babak baru yang krusial. Proyek yang digadang-gadang menjadi ikon baru ini telah mencapai tahapan administratif dan teknis yang signifikan sebelum akhirnya masuk ke proses konstruksi fisik.

Pembangunan ini bukan sekadar rencana di atas kertas, melainkan sebuah langkah nyata yang terus dikawal ketat oleh Bupati Lalu Ahmad Zaini (LAZ). Saat ini, progres pembangunan sudah berada pada tahapan ketiga, yakni proses perolehan rekomendasi dari Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai syarat utama sebelum dilanjutkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) menjelaskan tahapan yang dilalui saat ini merupakan bagian dari prosedur ketat guna memastikan pembangunan berjalan sesuai regulasi dan didukung oleh anggaran pusat. Diakuinya, dukungan Kementerian Agama menjadi kunci utama sehingga anggaran dari Kementerian PUPR dapat segera terealisasi.

“Setelah itu kita akan serahkan DED (Detail Engineering Design) ke Kementerian PU. Kita sedang susun DED, gambar, sudah ada anggarannya di PU, sedang mau dilelang untuk gambar perencanaannya, RAB, dan sebagainya. Itu yang nanti diserahkan ke Kementerian PUPR untuk selanjutnya penganggaran dan prosesnya,” ujar Bupati saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (12/2).

Selain urusan birokrasi di tingkat kementerian, Pemda Lobar juga telah bergerak cepat di tingkat lokal. Penetapan lokasi (Penlok) telah rampung dilakukan, sehingga kini fokus pada proses pembebasan lahan dan pengajuan alih fungsi lahan kepada Kementerian Pertanian.

“Tinggal proses pembebasan lahan, terus kita ajukan kepada Kementerian Pertanian untuk alih fungsi lahan,” bebernya.

Berbeda dengan Islamic Center di wilayah lain, Islamic Center Lobar direncanakan mengusung konsep desain yang lebih segar dan relevan dengan perkembangan zaman. LAZ menekankan bahwa pemilihan arsitektur minimalis modern akan menjadi ciri khas yang membedakan bangunan ini, tanpa meninggalkan fungsinya sebagai pusat syiar Islam yang megah. Lokasinya akan berdekatan dengan Taman Kota Giri Menang dan Alun-Alun Giri Menang Park serta pusat pemerintahan daerah Lobar. Islamic Center ini akan menjadi fasilitas terpadu.

“Kita coba mendesainnya yang lebih unik, konsep yang kita bangunlah, minimalis modern. Kalau secara fungsi samalah, fungsi keumatan, ada masjid, terus ada tempat convention hall-nya,” tuturnya.

Demi kelancaran proses di tingkat bawah, Pemkab Lobar menggandeng Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) serta tokoh masyarakat, sebab proyek ini merupakan aspirasi kolektif warga Lombok Barat. Hal ini menepis keraguan bahwa pembangunan ini hanyalah sebuah angan-angan. Bupati meyakinkan bahwa pembangunan ini sangat konkret karena didukung oleh kesiapan lahan dan perencanaan yang matang.

Meskipun menyadari bahwa tahapan yang harus dilalui masih cukup panjang, terutama terkait birokrasi di kementerian pusat, Bupati tetap optimistis bahwa proyek ini akan segera terlihat bentuk fisiknya. Dukungan dari APBN menjadi harapan utama agar bangunan ini dapat berdiri megah sebagai pusat peradaban di Lombok Barat.

“Paling telat tahun depan kalau saya lihat dari tahapan-tahapannya. Kita upayakan supaya dibangun oleh pusat, semua memang APBN, tidak mungkin kalau tidak APBN. Kita hanya siapkan lahan dengan perencanaan gambar saja,” pungkasnya. (win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *