KLU-Kabar penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) kini menjadi sorotan.

Ditengah kabar penonakatifan kepesertaan jaminan kesehatan BPJS PBI JK, tentu mengundang keresahan akan dampak pelayanan berobat difasilitas kesehatan yang ada. Lombok Utara sendiri diketahui telah menyandang status UHC dan sebagian besar peserta jaminan kesehatan berasal dari BPJS PBI JK yakni sebesar 204.996 jiwa.

Melihat kondisi ini RSUD Lombok Utara mengambil langkah bijak, kabarnya pasien BPJS PBI JK tetap mendapat pelayanan berobat meski status BPJS PBI JK mereka nonaktif.

Dirut RSUD Lombok Utara drg. Nova Budiharjo kepada Radar Mandalika menyampaikan aktifitas pelayanan kesehatan tetap berjalan seperti biasa. Pihaknya menegaskan tidak ada pelayanan yang terhambat di RSUD, proses masih tetap berjalan normal.

“Kami faskes hanya sifatnya menerima saja, kami tetap memberikan pelayanan, saya sudah cek langsung proses pelayanan tidak ada yang ditolak meski kepesertaan dinonaktifkan sementara ini,” ungkapnya.

Diletahui penonaktifan ini menjadi langkah kebijakan pemerintah pusat dalam rangka pemutakhiran data, sehingga penonaktifan ini terjadi menyeluruh atas kebijakan dari pusat, namun demikian pihaknya tetap memberikan layanan kesehatan kepada warga.

“Soal dari mana pembiayaan berobat warga yang tidak aktif, kami tidak pikirkan tetap kami berikan pelayanan dulu, Pemerintah pasti akan memikirkan solusinya kedepan, ” ungkapnya.

“Kalau RS swasta mungkin saja, kita tidak tahu karena mereka punya aturan dan mekanisme, kalau kita kan rumah sakit pemerintah harus tetap melayani,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Yankes Dikes Lombok Utara Arya Muntha menyampaikan penonaktifan ini tidak semua yang terkena dampak, ada sebagian peserta saja yang ditake dwon sementara ini. Pihaknya telah menyikapi persoalan ini dengan mengambil langkah cepat agar dapat aktif kembali dan warga bisa berobat dengan nyaman dan tenang mengingat Lombok Utara telah menyandang status UHC.

“Akan kita cover kembali nanti dari APBD, sudah disiapkan penganggaran,” tuturnya.(dhe)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *