PANTAU: Bupati Lobar LAZ bersama TPID Lobar mendatangi SPBE untuk mengecek ketersediaan stok Elpiji jelang Ramadan, Rabu (4/2).(Ist)

LOBAR – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) bergerak cepat melakukan langkah preventif menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok (Bapok) masyarakat menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.

Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), memimpin langsung inspeksi mendadak (sidak) tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) ke sejumlah titik vital, mulai dari gudang penyimpanan Beras Bulog hingga infrastruktur distribusi energi atau SPBE, Rabu (4/2). Ingin memastikan dua komoditas utama beras dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) atau elpiji, tersedia dalam jumlah yang cukup di moment bulan puasa itu. Disamping mencegah spekulasi harga atau kelangkaan yang kerap muncul di masa-masa puncak konsumsi.

Dikunjungannya ke Gudang Bulog Lembar, Bupati LAZ memastikan ketersediaan fisik beras dalam kondisi yang sangat aman. Meski sempat tidak bisa masuk ke area utama penyimpanan karena tertahan prosedur sterilisasi dan perawatan rutin yang sedang dilakukan pihak Bulog . Namun Lobar 1 itu tetap mendapatkan data komprehensif terkait stok yang ada.

Saat ini, tercatat sebanyak 5.000 ton beras yang siap dikucurkan ke pasar. Jumlah itu dinilai sangat mencukupi jika dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran rutin daerah yang hanya berkisar di angka 500 ton per bulan.

“Ini kan 5.000 ton, ini datanya, ada 5.000 ton yang di sini,” ujar LAZ .

Ketahanan pangan semakin menguat dengan diprediksinya datangnya musim panen raya di wilayah Lombok Barat pada bulan Februari. Data lapangan menunjukkan terdapat sekitar 5.500 hektar lahan sawah yang siap panen dengan estimasi total produksi gabah menembus 28.000 ton.

“Kalau sekarang bicara beras sedang kita mau panen, itu rasional. Yang susah itu kalau bicara beras sedang musim kekeringan,” tegas Bupati, menjelaskan logika ketahanan pangan daerah yang sedang dalam kondisi prima.

Selain fokus pada ketersediaan bagi konsumen, Bupati juga menekankan pentingnya menjaga kesejahteraan petani. Pemerintah memastikan bahwa penyerapan hasil panen oleh Bulog harus sesuai regulasi harga yang ditetapkan pemerintah. Mencegah jatuhnya harga di tingkat produsen saat pasokan melimpah.

“Tadi saya sudah pastikan bahwa harga gabah panen itu kan sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah, Rp6.500,” jelasnya.

Dengan skema ini, diharapkan ekosistem pangan dari hulu ke hilir tetap terjaga keberlanjutannya, di mana petani mendapatkan keuntungan yang layak dan masyarakat mendapatkan harga beras yang stabil.

Beralih ke sektor energi, Pemkab Lobar menggandeng Pertamina dan Hiswana Migas untuk mengamankan distribusi elpiji, khusunya tabung 3 kg. Bupati menegaskan bahwa stok bahan bakar untuk memasak berada dalam kondisi aman dan siap menghadapi lonjakan permintaan. Bupati menyampaikan bahwa pihak Pertamina telah menyiapkan buffer stock atau stok penyangga yang memadai. Kapasitas cadangan ini bahkan disiapkan hingga dua kali lipat dari kebutuhan reguler untuk mengantisipasi situasi mendesak selama Ramadan dan Lebaran.

“Dia sudah menyiapkan juga kalau umpama kebutuhan-kebutuhan mendesak, ada dua kali dari kebutuhan yang ada dia masih mampu untuk menyuplai,” ungkap Bupati.

Guna memastikan distribusi energi tidak mengalami kendala teknis maupun penyalahgunaan, pemerintah daerah akan memperketat pengawasan di tingkat bawah. Bupati berencana menginstruksikan para camat dan kepala desa untuk memantau langsung penyaluran elpiji di wilayah masing-masing. Sehingga gas melon subsidi itu ada tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak.

Sejalan dengan hal tersebut, Marketing Support Pertamina Retail and TMB, Jorgix Dwi Wantara, menjelaskan bahwa pihaknya akan memberikan alokasi tambahan fakultatif sebesar 50 hingga 100 persen dari alokasi normal pada periode H-7 hingga H+7 Idulfitri.

“Tadi Bapak Bupati memastikan ketersediaan stok di SPBE dan di agen pangkalan juga aman. Kami mengantisipasi lonjakan tersebut dengan cara memberikan alokasi tambahan fakultatif atau alokasi buffer sebesar 50 sampai 100 persen dari alokasi normal,” jelas Jorgix secara mendetail.

Melalui sinergi lintas sektoral ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menjamin bahwa masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadan dengan nyaman tanpa dihantui kekhawatiran atas kelangkaan bahan pokok maupun energi.(win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *