PRAYA BARAT DAYA– Haru, sedih hingga meneteskan air mata. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal bersama Ketua TP PKK NTB, Sinta M Iqbal menyaksikan langsung kondisi rumah warga korban banjir bandang di Dusun Kending Sampi Desa Kabul Kecamatan Praya Barat Daya Lombok Tengah Rabu (14/01). Air mata gubernur tak tertahankan ketika menemukan salah seorang warga terdampak bernama Saimum. Ibu Rumah Tangga ini tinggal dirumah pagar beratapkan Seng bekas bersama bayinya dan anak saudaranya yang masih duduk di bangku Tsanawiyah. Parahnya, rumah berukuran sekitar 2 x 3 Meter itu hanya ber dinding sebelah. Samping kiri dan kanan terbuka lebar. Sebagian dinding berupa anyaman bambu dan kain terpal yang difungsikan sebagai penutup sementara. Untuk menghindari gigitan nyamuk malam hari, mereka hanya mengandalkan Kelambu sobek.
Perempuan yang baru pisah dengan suaminya itu kini menjadi tulang punggung keluarga setelah pisah dengan suaminya sekitar satu tahun lalu. Ia bersama ibunya juga menghidupi dua anak saudaranya yang ditinggal menikah oleh ibu anak tersebut saat masih kecil.
“Kalau banjir seperti tadi malam, saya pindah kerumah sebelah,” kata Saimum sambil meneteskan air mata.
“Saya takut kalau turun hujan karena (pasti) banjir,” sambungnya.
Mendengar cerita Saimum Gubernur Lalu Iqbal seketika meminta Baznas NTB membangunkan rumah.
“Minggu depan pokoknya harus dibangunkan rumah,” pinta gubernur ke Baznas yang turut mendampingi.
Miq Iqbal begitu akrab disapa mengajak keluarga itu untuk bersabar dengan kondisi yang dialami. Miq Iqbal sambil memeluk Safira (ditinggal menikah,red) menyemangati tidak putus asa dan rajin belajar. Supaya bisa menggapai cita-citanya. Meski dari kalangan keluarga miskin, semua orang punya kesempatan yang sama bisa menggapai cita-citanya.
“Sabar iya nak. Rajin belajar. Gapai cita-citamu,” pesan Miq Iqbal yang masih meneteskan air mata.
Ketua Baznas NTB, Lalu Muhamad Iqbal langsung mendata warga tersebut. Iqbal memastikan rumah Saimum menjadi skala prioritas untuk dibangunkan Mahyani (Rumah Layak Huni) dalam waktu dekat.
“Kita akan siapkan data administrasinya. Langsung kami eksekusi,” kata Iqbal.
Gubernur kemudian beranjak ke korban terdampak lainnya. Dari kondisi perumahan terdampak, gubernur memastikan rumah yang tidak layak untuk diperbaiki. Disamping itu secara simbolis gubernur menyerahkan bantuan berupa makanan siap saji, pakaian, alas tidur dan kebutuhan lain kepada korban terdampak.
Diketahui hujan deras berkepanjangan mengakibatkan sekitar sebanyak 250 KK terdampak yang tersebar di lima dusun. Luapan air sungai (sedimentasi) menjadi penyebab utama banjir yang menghantam pemukiman warga. Pemprov NTB mendistribusikan berbagai jenis bantuan yang dibawa langsung Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) NTB. Turut hadir mendampingi Kepala Dinas Kominfotik, Dinas Kesehatan, Dinas PU Perkim, Dinas Sosial dan Kasat Pol PP (jho)
