MATARAM – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal menggeser Direktur RSUD Provinsi NTB dr Lalu Herman Mahaputra alias Dokter Jack sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) NTB.
Kepada media, Dokter Jack mengaku optimistis menjalankan amanah sebagai Kepala Bapenda NTB meski berlatar belakang medis. Ia mencontohkan capaian pendapatan saat dirinya memimpin RSUP NTB.
“Lihat aja sendiri berapa pendapatan kita sekarang. Dari 12 M sampe 40 M,” ujar Dokter Jack usai dilantik Jumat, (09/01) di Mataram.
Terkait target PAD NTB kedepan, Dokter Jack menyatakan akan melakukan pemetaan dan mitigasi potensi terlebih dahulu sebelum menetapkan target.
“Nanti kita lihat dulu. Nanti kita mitigasi dulu mana yang potensi-potensi. Bermimpilah,” katanya.
Namun demikian, untuk mendorong peningkatan PAD, ia menekankan pentingnya mitigasi dan optimalisasi potensi pendapatan, sekaligus mengidentifikasi kendala dan kelemahan yang ada. Dokter Jack juga menegaskan PAD NTB kedepan harus meningkat dari sebelumnya.
“Pokoknya target itu harus melampui. Saya harus mitigasi dulu. Potensi-potensi apa yang bisa kita akselerasi, potensi apa yang bisa kita lampui. Yang penting kita harus tahu dulu kendala kita apa, kelemahan kita di mana,” tegasnya.
Tak hanya itu, ia juga menyinggung masih tingginya tunggakan pajak kendaraan bermotor di NTB. Menurutnya, langkah awal yang akan dilakukan adalah meminta arahan Gubernur NTB serta bergerak cepat melakukan pembenahan.
“Pertama kita minta arahan pak gubernur dulu. Yang penting kita harus berlari itu aja,” ucapnya.
Kemudian terkait potensi kebocoran pajak, Dokter Jack memastikan seluruh transaksi akan diarahkan ke sistem non-tunai, agar lebih mudah dikontrol dan diawasi.
“Semua pembayaran by cashless (non tunai). Kita buat sistem command center. Nanti semua alat teknologi bisa pakai. Ndak ada pakai uang cash,” tukasnya.
Meski kini menjabat sebagai Kepala Bapenda, Dokter Jack menegaskan identitasnya sebagai dokter akan tetap melekat. “Sepanjang hayat kita jadi dokternya,” tandasnya. (jho)
