Bupati Loteng H Lalu Pathul Bahri - Gubernur NTB Zulkieflimansyah

PRAYA – Bupati Lombok Tengah (Loteng), H Lalu Pathul Bahri menanggapi cuitan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah terkait penyebab bencana banjir yang terjadi di Desa Awang, Kecamatan Pujut.

“Melihat lokasi banjir di Desa Awang kec Pujut Lombok Tengah..
Penyebabnya drainase yg tersumbat lumpur yg di bawa air dari gunung…
Gunung gundul akibat di tanami jagung..,” tulis akun Facebook ‘Bang Zul Zulkieflimansyah’, seperti yang dilihat radarmandalika.id pada Minggu (25/12/2022).

Dimana, dalam postingan akun Facebook itu disertai foto ketika Gubernur NTB meninjau lokasi banjir di desa setempat.

IMG 20221226 214123
Tangkapan layar unggahan akun Facebook Bang Zul Zulkieflimansyah terkait penyebab banjir di Desa Awang, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. (ISTIMEWA)

Bupati Loteng merespons cuitan orang nomor satu di NTB itu. Menurut Pathul, soal bencana banjir ini merupakan hal yang wajar, bahkan langganan setiap tahun.

Soal penanaman jagung yang mengakibatkan gunung gundul hingga menyebabkan banjir ini memang jadi atensi pihaknya. “Kami tidak salahkan itu. Ini memang persoalan isi perut, dan menjadi pemikiran hingga kayu ditebang dan ditanami jagung oleh masyarakat,” ungkap Pathul.

Menurut Ketua DPD Partai Gerindra NTB ini, persoalan masalah kayu ditebang merupakan persoalan kompleks di seluruh pelosok negeri. Dimana, ketika masyarakat menebang kayu dan menanam jagung ini memang sebuah resiko dan harus dihadapi dengan kebersamaan. Namun harus diselesaikan dengan secara pelan-pelan.

Pada intinya, perlu pemahaman bersama . Dan, dari persoalan yang terjadi sekarang dikatakannya masyarakat dan pemerintah tidak ada yang salah. Dan, semua persiapan itu pasti dapat terselesaikan dengan duduk bersama.

“Semua harus sabar dalam menjalani semua persoalan ini. Kita sudah ikhtiar maka kita semua harus bersabar. Mengingat ini merupakan ketentuan Allah SWT,” katanya.

Cuitan itu pun mendapat kecaman keras dari Ketua Karang Taruna Pujut, Anom. Dia pun membalas cuitan akun Facebook ‘Bang Zul Zulkieflimansyah’.

Dalam tulisannya, Anom menyatakan, bahwa dalam hal ini pihaknya tetap menyalahkan pemerintah. Bukan masyarakat.

“Masyarakat cari makan, butuh biaya menyekolahkan anak-anaknya. Dan Mereka bertani juga hanya sekali setahun, Musiman. Berbeda dengan Masyarakat di wilayah utara, Bisa panen berkali kali,” tegasnya.

Dia mengakui bahwa masyarakat wilayah selatan tidak memiliki sawah produktif, hanya memiliki pegunungan. Jika pemerintah menginginkan masyarakat selatan tidak menanam jagung. Maka, seharusnya pemerintah memberikan masyarakat bibit-bibit produktif seperti kelengkeng dan semacamnya.

“Berikan kami edukasi, ahli-ahli pertanian, Perlengkapan dan sebagainya,” tandasnya. (tim)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 652
One thought on “Bupati Loteng Respons Cuitan Gubernur NTB Soal Penyebab Banjir di Desa Awang”
  1. Bukan karena ditanami jagung, tapi akibat proyek tak bertanggung jawab. Gunung kau gundul atas nama investasi. Ini bukan salah rakyat. Yang memiliki potensi terbesar adalah pihak yang berwenang dan menjabat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *