IST / RADAR MANDALIKA IDENTIFIKASI : Tim Inafis Satreskrim Polres Lotim saat melakukan identifikasi jenazah, dan tim Penyelamat Damkarmat saat melakukan evakuasi jenazah korban dari pohon Nunang, kemarin.

LOTIM – Niat mengambil bambu untuk membuat kandang ayam, Rumawan asal Dusun Otal Desa Jerowaru Lombok Timur (Lotim) justru dikejutkan dengan penemuan mayat laki-laki dalam posisi tergantung di pohon Nunang. Mayat yang ditemukan sekitar pukul 12.00 Wita itu sudah dalam kondisi membengkak dan mengeluarkan bau menyengat.

Korban diketahui bernama Adi, 53 tahun asal Desa Sepapan Kecamatan Jerowaru Lotim. Tempat Kejadian Perkara (TKP), Kebon Berung Dusun Montongwasi Daye Desa Jerowaru Kecamatan Jerowaru Lotim. Kronologi ditemukannya korban, ketika itu Rumawan berangkat dari rumahnya menuju kebun Amaq Ruslan untuk mengambil bambu yang akan digunakan membuat kandang ayam. Baru menebang dua pohon bambu, dan pada saat penebangan pohon bambu ketiga, saksi mencium bau menyengat. Ia pun melihat korban tergantung, dengan kondisi tubuh yang menghitam dan membengkak.

Melihat kejadian itu, ia langsung terkejut dan berlari pulang memberitahukan warga yang berada tidak jauh dari TKP. Melalui telepon, juga memberitahukan keluarga korban atas apa yang dilihatnya tersebut. Warga dan keluarga, berhamburan datang ke TKP. Bahkan, ada pula warga yang mengabadikan peristiwa itu dengan cara siaran langsung melalui akun Facebook miliknya.

Polsek Jerowaru yang menerima informasi penemuan warga dalam kondisi tergantung, langsung turun mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP). Selain itu, Tim Inafis Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Lotim, juga turun melakukan identifikasi dan olah TKP. Sejumlah saksi, baik dari saksi yang pertama kali melihat korban dan dari pihak kekuarga, juga dimintai keterangan.

Kapolsek Jerowaru, melalui PS Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Lotim, IPTU Nicolas Oesman menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi yakni Sribanun merupakan tetangga korban. Sekitar pukul 23.30 Wita (17/11) lalu, melihat korban keluar dari rumahnya sembari membawa tali, kain sarung, dan mengenakan sapuk ke arah timur.

Sementara pada malam yang sama, Rabiatun merupakan istri korban menginap di Rumah Sakit Risa Selong. Bahkan sebelum berangkat ke rumah sakit, istrinya berpesan pada pihak keluarga, agar mengantarkannya makanan selama ia berada di rumah sakit. Sepulangnya dari Rumah Sakit Risa Selong sekitar pukul 16.00 Wita (19/11) lalu, Sribanun pun memberitahukan Rabiatun tidak pernah lagi melihat korban.

Pada saat itu juga, pihak keluarga langsung melakukan pencarian hingga (21/11) lalu. Karena tidak kunjung ditemukan, sehingga dilaporkan ke Polsek Jerowaru tentang orang hilang. Setelah melapor pada Polsek, kemarin pihak keluarga terkejut melihat korban dalam kondisi tak bernyawa di kebun warga di Montongwasi. Korban ditandai keluarga, dari pakaian yang dikenakan yakni baju kaos merah bergaris putih dan celana training yang dikenakan korban. “Kondisi korban sudah mengalami pembusukan. Korban diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan tali pramuka,” jelasnya.

Untuk mengetahui penyebab kematian korban, Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Termasuk, diperlukan pemeriksaan menyeluruh dari dalam tubuh korban melalui otopsi.

“Kejadian ini diterima keluarga sebagai musibah, seraya meminta agar secepatnya dilakukan pemakaman. Keluarga korban juga menolak untuk dilakukan otopsi,” pungkasnya. (fa’i/r3)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 387

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *