GANTUNG DIRI: Korban kasus gantung diri di rumahnya di Dusun Repuk Tunjang Timur, Desa Taman Indah, Kecamatan Pringgarata, Loteng. (IST/RADARMANDALIKA.ID)

PRAYA – Warga Desa Taman Indah, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, dibuat geger. Itu karena seorang ibu inisial H (47) ditemukan tewas dalam posisi tergantung di trali jendela kamar rumahnya yang biasa digunakan sebagai tempat salat di Dusun Repuk Tunjang Timur, Desa Taman Indah, Rabu (18/1).

Kapolsek Pringgarata, AKP Sulyadi Muchdip dalam keterangannya mengungkapkan kronologi kejadiannya. Pada hari Rabu sekitar pukul 16.00 Wita, anak korban melihat sang ibu dalam kondisi leher tergantung dengan menggunakan tali nilon di trali jendela ruang salat dengan posisi berlutut.

Mengetahui peristiwa tersebut, anak korban kemudian memberitahukan kepada R (44) yang merupakan adik korban. Mendapatkan informasi tersebut, selanjutnya R langsung menuju lokasi. Sesampainya di TKP, R melihat korban tergantung kemudian berteriak meminta pertolongan serta berusaha menurunkan korban dan berupaya memberikan pertolongan dengan cara menyiramkan air ke badan korban namun tidak ada reaksi.

Mendapatkan laporan tentang kejadian  tersebut, anggota Polsek Pringgarata langsung menuju ke TKP untuk melakukan olah TKP dan mengamankan TKP.

“Berdasarkan keterangan saksi, pada saat korban diturunkan dari bagian anus mengeluarkan tinja,” ungkapnya.

Kemudian anggota Polsek menghubungi tim medis Puskesmas Pringgarata untuk dilakukan pemeriksaan fisik/visum luar. Adapun dari hasil pemeriksaan tim medis menemukan adanya luka lecet pada bagian leher yang diduga bekas jeratan.

Sementara, menurut pengakuan keluarga korban bahwa selama ini korban mengidap penyakit diabetes kurang lebih 1 tahun lalu dan pernah melakukan upaya bunuh diri dengan cara melompat kedalam sumur namun dapat digagalkan oleh saudara korban yang paling kecil inisial A.

Selama ini korban tinggal di rumah R yang merupakan adik korban dan korban sudah menikah namun tidak tinggal dalam satu rumah.

Dan, keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi yang dibuktikan dengan penandatanganan surat penolakan dan menerima kejadian tersebut sebagai sebuah musibah. (tim)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 417

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *