Warga Lenek Ramban Biak Temukan Mayat Bersimbah Darah

F TERGELETAK

IST / RADAR MANDALIKA TERGELETAK : Mayat perempuan ditemukan warga sudah tergeletak bersimbah darah, diduga karena bunuh diri dengan cara menyayat lehernya sendiri menggunakan parang, kemarin.

LOTIM – Warga Desa Lenek Ramban Biak Kecamatan Lenek Lombok Timur (Lotim), digegerkan dengan penemuan sosok mayat perempuan. Mayat dalam kondisi bersimbah darah itu tergeletak di sekitar jalan raya Dusun Lingsar Desa Lenek Ramban Biak. Diduga, korban nekat menghabisi nyawanya sendiri dengan cara menggorok lehernya menggunakan sebilah parang. Ia ditemukan sudah tak bernyawa oleh warga yang melintas di Tempat Kejadian Perkara (TKP), sekitar pukul 10.30 Wita, kemarin.
Kronologi ditemukannya mayat perempuan itu, dimana ketika itu Yus (saksi, red) melintas menggunakan sepeda motor berboncengan dengan SJ, di jalan raya Dusun Lingsar Desa Lenek Ramban Biak Kecamatan Lenek Lotim. Di sana, ia melihatnya korban sudah dalam posisi tidur di pinggir jalan.
Merasa penasaran, kedua saksi turun dari atas kendaraannya, untuk mengeceknya secara langsung. Rupanya, korban telah meninggal dunia. Kedua saksi melihat terdapat luka sayatan dan bekas darah pada bagian leher. Kedua saksi tidak memperhatikan secara detail, terutama adanya sebilah parang di dekat tubuh korban.
Melihat kondisi korban bersimbah darah, membuat keduanya merasa takut. Saksi memberitahukan kejadian itu pada warga yang berada tidak jauh dari TKP. Beberapa warga pun berhamburan datang ke TKP. Warga menemukan sebilah parang bergagang kayu sepanjang 26 cm di dekat tubuh korban, dan di parang tersebut terdapat darah mengering.
Warga (saksi lain, red), mengambil selembar daun pisang digunakan menutupi tubuh korban. Karena dikenali, keluarga korban langsung dipanggil, dan bergegas ke TKP. Penemuan mayat tersebut juga dilaporkan ke Polsek Aikmel. Kapolsek Aikmel bersama anggotanya, begitu menerima laporan masyarakat, langsung turun ke TKP.
Kapolsek Aikmel, AKP I Made Sutama menyebutkan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan tim Inafis Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lotim, untuk melakukan identifikasi dan olah TKP. Sejumlah saksi juga telah diminta keterangan. Polsek Aikmel juga memberikan surat pengantar visum. “Barang bukti parang sudah diamankan. Tapi, keluarga tidak keberatan atas meninggalnya korban dan menolak untuk dilakukan otopsi. Serta, membuat surat pernyataan penolakan otopsi,” jelasnya. (fa’i/r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Pathul Diminta Bela Warga di Tengah Sirkuit

Read Next

Kompak, Pegawai Dishub NTB Minta Kadis Diganti

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *