Wanita Paruhbaya Ditemukan Tak Bernyawa di Sawah

F EVAKUASI 1 scaled

MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA EVAKUASI : Polisi dibantu warga saat mengevakuasi jenazah korban, kemarin.

LOTIM – Seorang perempuan paruhbaya ditemukan tergeletak di tengah sawah, dalam kondisi sudah tak bernyawa. Diketahui identitas mayat tersebut, Imah alias Inaq Raehanun, 70 tahun warga Dusun Timuk Jero, Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Lombok Timur (Lotim). Mayatnya ditemukan pemilik sawah Tempat Kejadian Perkara (TKP), di kampung Cenget Lingkungan Muhajirin, Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong Lotim, sekitar pukul 10.00 Wita, kemarin.

Kronologi penemuan mayat ini, ketika itu sekitar pukul 09.30 Wita, H Mustawan 48 tahun asal Dusun Kebon Montong Desa Nyiur Tebel Kecamatan Sukamulia Lotim, pergi ke sawah yang digarapnya. Sawah yang digarap H Mustawan (saksi) tersebut, diketahui milik H Munawar Komar yang merupakan pensiunan Polisi, asal Kelurahan Rakam Kecamatan Selong Lotim.

Begitu tiba di sawah yang ditanami padi ini, Mustawan memperbaiki jaring yang dipasangnya di pinggir pematang sawah, untuk menghalau ternak yang masuk merusak tanaman padi. Dari jarak beberapa meter mencoba menarik jaring untuk diperbaiki, ia merasakan tarikannya cukup berat.

Karena merasa berat, saksi mencoba menelusuri dimana letak jaring kerukut, untuk diperbaiki. Namun ia langsung terkejut sebab melihat tubuh perempuan lansia tergeletak menindih jaring dalam kondisi terlentang. Karena kaget, ia pun langsung memberitahukan warga sekitar yang bermukim tidak jauh dari sawah TKP penemuan mayat. Kerena mayat perempuan lansia itu ditanda warga, sehingga pihak keluarga langsung dihubungi.

Polsek Selong yang mendapat informasi penemuan mayat tua ini, langsung menuju TKP. Tim Inafis Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lotim, juga turun melakukan identifikasi dan olah TKP. Pihak keluarga yang tiba di TKP, juga diminta keterangan.

Pengakuan pihak keluarga pada Polisi, korban diketahui meninggalkan rumah sekitar pukul 06.00 Wita (11/1) lalu. Karena tak kunjung pulang, upaya pencarian pun telah dilakukan keluarga, akan tetapi tidak membuahkan hasil. Namun pihak keluarga kemarin terkejut, setelah mendapat telepon bahwa Imah alias Inaq Raehan sudah dalam kondisi tak bernyawa di tengah sawah.

Usai melakukan identifikasi dan olah TKP, jenazah korban pun dievakuasi dan dibawa pihak keluarga menggunakan ambulans ke rumah duka, untuk dimakamkan. Keluarga korban, menolak dilakukan otopsi, sehingga jenazahnya langsung dibawa ke rumah duka.

“Berdasarkan pengakuan pihak keluarga, korban ini sudah enam kali pergi meninggalkan rumah. Korban juga mengalami gangguan ingatan,” terang IPTU I Gede Dewa Wija Astawa, usai melakukan evakuasi, kemarin. (fa’i/r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Untuk Perbaikan Tidak Ada Anggaran

Read Next

Pengunjung dan Jukir Disanksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *