GEDUNG: Inilah gedung Pasar Seni Sengkerang di Kecamatan Praya Timur. (FENDI/ RADAR MANDALIKA)

PRAYA – Pembangunan Pasar Seni di Desa Sengkerang Kecamatan Praya Timur masih menyisakan berbagai masalah di tengah masyarakat. Pasalnya keberadaan gedung tersebut sejak lama dinilai tertutup oleh masyarakat dan sangat minim sosialisasi. Akibatnya masyarakat dan juga pemerintah desa yang ada di wilayah tersebut mengaku tidak mengetahui apapun terkait aktifitas dan kegiatan yang ada di gedung galeri Pasar Seni Sengerang tersebut.

Kondisi ini dijelaskan langsung Kepala Desa Sengkerang L. Awaludin. Dimana pihak desa jelasnya sejauh ini tidak mengetahui apapun terkait pembangunan pasar seni tersebut, hal ini selain minimnya sosialisasi juga disebabkan tidak adanya pemberitahuan dari dinas terkait kegiatan yang ada di pasar tersebut.

“Saya tidak tahu, kami tidak di libatkan, itu proyek mereka,” terangnya pada Radar Mandalika, kemarin.

Pihaknya cukup menyesalkan sikap dari dinas terkait dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lombok Tengah (Loteng) yang tidak maksimal memberikan sosialisasi maupun pemberitahuan kepada pemerintah desa. padahal jelasnya sejak awal pembangunan galeri tersebut sudah banyak muncul pro dan kontra, namun upaya menggandeng masyarakat dan pemangku kebijakan di tingkat bawah dinilai masih belum ada.

“Bagaimana dulu saat awal pembangunan, saya pasang badan karena melihat maslahat-nya bagi masyarakat, tetapi sekarang kita tidak tahu apa- apa, lihat saja nanti saya akan lepas tangan kalau ada masalah,” sesalnya.

Pihaknya menilai persoalan ini bukan karena miskomunikasi, namun kondisi ini terjadi lantaran pihak terkait tidak ingin berkomunikasi dengan pemerintah desa dan pemangku kebijakan di tingkat desa.

Lebih lanjut, kades menjelaskan jika megahnya pembangunan gedung tersebut saat ini masih menjadi pertanyaan di tengah masyarakat. Pasalnya pasar seni yang di banggakan sebagai salah satu peluang bisnis masyarakat sampai saat ini masih belum ada kepastian terkait pelibatan masyarakat termasuk mempersiapkan produk yang akan di pasarkan di lokasi tersebut.

“Warga juga banyak yang bertanya ke saya, tetapi tetap saya jawab seperti tadi, saya tidak tahu,” tegasnya.

Pihaknya berharap mega proyek bantuan pusat dengan anggaran Rp. 20 Milyar tersebut bisa segera di sosialisasikan di masyarakat baik terkait pelibatan UMKM yang ada di desa, juga rencana pengoperasian agar warga bisa menyiapkan produk yang dapat di pasarkan di lokasi tersebut.

“Kita butuh di sosialisasikan yang melibatkan tokoh- tokoh yang ada di Kecamatan Praya Timur,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian pada Disperindag Loteng Baiq Yuliana Sapriani menjawab singkat saat ditanya kapan mulai ada aktivitas di Pasar Seni Sengkerang. “Besok,” jawabnya melalui pesan WhatsApp (WA),  Rabu (17/5).(ndi/zak)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 333

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *