HL IDHAM KHALID (HAZA/RADAR MANDALIKA)

PRAYA- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah akan melakukan merger dua sekolah yaitu SDN 1 Tengari dan SDN 2 Tengari Kecamatan Praya menjadi satu sekolah. Penggabungan ini untuk pengembangan layanan pendidikan. Merger akan dilakukan diawal tahun ajaran 2023/2024 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Tengah, HL Idham Khalid mengatakan, rencana merger SDN 1 Tengari dan 2 Tengari ini sebenarnya sudah lama diwacanakan. Namun karena melihat progres SDN 2 Tengari semakin baik tiap tahun, sehingga rencana dimerger ditunda.

“Dua tahun lalu muridnya sedikit dibawah 60 orang dan sekarang tambah banyak sehingga niat itu kita tunda. Karena kabar Dispursip Loteng akan melakukan pengembangan, maka TK Pertiwi disebelah otomtis kita geser ke SDN 2 Tengari namun tidak semua kelas kita pakai. Marger ini dilakukan karena kita ingin SDN 1 Tengari seperti SDN 4 Praya,” katanya.

Untuk pengembangan sendiri, lanjutnya, nantinya akan dilakukan revitalisasi menjadi gedung bertingkat. Dimana, bangunan yang lama akan dirobohkan menjadi halaman.

“Terkait anggaran akan kita carikan lewat APBD, sekitar Rp 2 sampai Rp 3 miliar. Jadi SDN 1 Tengari kita akan buat prototipe sama dengan SDN 4 Praya,” ujarnya.

Ditanya terkait nasib guru, pihaknya memastikan tidak ada masalah. Mereka akan tetap ditugaskan di sana.

Sementara Plt Kepala SDN 2 Tengari Maman mengaku legowo dengan isu merger dua sekolah tersebut. “Saya tidak bisa berkata banyak, selaku ASN siap perintah saja, namun yang disayangkan guru kita baru berkembang harus dimerger,” jelasnya.

Begitu juga dengan perwakilan wali murid juga sangat menyayangkan terkait merger ini karena program-program yang berjalan sudah memberikan dampak positif kepada siswa.

“Kalau dimerger kita tidak tahu nanti apakah program yang telah diterapkan SDN 2 Tengari bisa berkelanjutan. Sehingga itu yang disayangkan guru dan wali murid,” jelasnya.

Tapi ditegaskan, sebagai kepala sekolah, ia bersama guru tidak bisa berbuat banyak jika itu menjadi keputusan pemerintah. “Ya kita legowo saja” tutupnya.(red)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 532

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *