Rumah Terbakar, Wanita 50 Tahun Terpanggang di Pijot

F TERPANGGANG

IST / RADAR MANDALIKA TERPANGGANG : Jenazah korban yang ditemukan tak bernyawa terpanggang, setelah rumahnya ludes dilalap api, kemarin.

LOTIM – Api mengamuk melahap rumah warga Dusun Pemban Aji Desa Pijot Kecamatan Keruak Lombok Timur (Lotim). Akibat kejadian itu, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang diketahui tinggal sendiri di rumah yang menjadi Tempat Kejadian Perkara (TKP), meninggal terpanggang dalam kamarnya. Kejadiannya, sekitar pukul 05.00 Wita, kemarin.
Identitas korban yang meninggal terpanggang adalah Sahtum, 50 tahun, asal Dusun Pemban Aji Desa Pijot Kecamatan Keruak Lotim. Kronologi kejadiannya, api menyala membakar rumah korban pertama kali diketahui tetangganya sendiri, yakni Inaq Siti, 45 tahun. Inaq Siti langsung memberitahukan Sukirman (saksi kedua)O, dan Sukirman lansung berteriak meminta tolong pada warga setempat.
Warga yang mendengar teriakan Sukirman, langsung berhamburan datang ke TKP, membantu untuk memadamkan api. Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lotim, juga turun memadamkan api. Sekitar 30 menit kemudian, api tersebut berhasil dijinakkan. Namun nahas korban sudah ditemukan sekujur tubuhnya melepuh dan meninggal dunia karena terpanggang dalam kamar tidurnya.
Polsek Keruak yang mendapatkan informasi dari masyarakat, langsung turun mendatangi TKP. Tim identifikasi Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lotim, juga turun melakukan identifikasi dan olah TKP. Dibantu warga dan petugas Damkarmat, jajaran Polsek Keruak langsung mengevakuasi jenazah, unruk divisum petugas Puskesmas Keruak.
Kapolsek Keruak, IPTU Mastar, pada Radar Mandalika, via ponselnya, kemarin menjelaskan, dari keterangan sejumlah saksi, saat kejadian listrik di rumah korban masih menyala. Ditandai dengan Kilo Watt Hours (KWH) rumah korban masib dalam posisi menyala. Korban usai kejadian, ditemukan dalam posisi tidur terlentang tengadah tangan di depan pintu kamar tidurnya. “Hasil pemeriksaan dokter, tubuh korban mengalami luka bakar sekitar 85 persen. Korban meninggal, mempunyai riwayat sesak nafas dan penyakit jantung. Waktu kejadian, korban juga dalam kondisi kurang sehat,” jelasnya.
“Korban tinggal sendiri dirumah itu. Tidak ditemukan luka atau tanda-tanda kekerasan di seluruh tubuhnya,” tambah Mastar.
Setelah dilakukan identifikasi dan olah TKP, ditemukan kabel listrik rumah korban yang tidak standar dan sudah terbakar. Selain itu, ditemukan kipas angin yang masih terhubung atau terpasang pada terminal cok listrik, yang terbakar. Kipas angin tersebut, dalam kondisi sudah rusak terbakar, termasuk sekitar tempat tidur korban juga terbakar hebat. Kumparan dan kabel kipas angin tersebut juga menghitam.
“Dari fakta-fakta yang ditemukan di lapangan, dugaan sementara penyebab kebakaran akibat arus pendek yang terjadi dari barang elektronik kipas angin yan gterbakar melahap tempat tidur korban,” ujarnya.
Terhadap kejadian tersebut, pihak keluarga menerima dan tidak keberatan, serta tidak akan melakukan tuntutan hukum secara pidana maupun perdata karena dianggap suatu musibah. Untuk mengetahui penyebab meninggalnya korban, keluarga korban juga menolak dilakukan otopsi jenazah. “Keluarga korban telah membuat surat pernyataan penolakan otopsi, atas meninggalnya korban. Sehingga jenazah korban langsung diserahterimakan pada keluarga, untuk dimakamkan,” pungkasnya. (fa’i/r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Pemerintah Klaim 70 Persen Warga Loteng Sudah Vaksin

Read Next

Poltekpar Lombok Latih Pengelola Homestay

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *