PRAYA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya Kabupaten Lombok Tengah terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pola hidup sehat. Kegiatan ini rutin dilakukan agar masyarakat dapat memahami bagaimana pola hidup sehat itu.

Kegiatan ini dilakukan dengan sasaran pasien, keluarga, dan pengunjung rumah sakit sehingga semakin meperoleh literasi kesehatan yang lebih jauh dan mendalam. Sehingga mampu memahami tentang penyakit, cara mencegah, cara mengobati, sampai kiat-kiat menyembuhkan dan bagaimana menjaga pola-pola hidup sehat dan bersih dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan ini adalah salah satu program dari salah satu Unit kerja di RSUD Praya yaitu Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS),” ujar Humas RSUD Praya, Yudha Permana.

Pihaknya yang juga merupakan penanggung jawab PKRS menjelaskan, hal ini merupakan Program edukasi dan promosi terkait isu kesehatan dan perilaku hidup bersih dan sehat yang diselenggarakan secara rutin dua kali sepekan, di lingkungan RSUD Praya.

“Sasarannya adalah, pasien, keluarga pasien, pengunjung RS, dan masyakarat sekitar RS,” katanya.

Sekilas tentang program PKRS RSUD Praya mencakup beberapa hal yakni, pertama, Edukasi penyuluhan kesehatan setiap dua pekan sekali, disiarkan via IG live, dan disemarakkan doorprize. Kedua, donor darah 2 pekan sekali. Ketiga, Stand edukasi gizi dan obat gratis utk masyarakat dua pekan sekali. Keempat, Biblioterapi dan perpustakaan kesehatan dua pekan sekali. Keenam, program edukasi individu pasien dan keluarga di bed pasien. Ketujuh, podcast (sedang di garap,red). Kedelapan, stand yankes dan edukasi Car free day di pusat kegiatan masyarakat 1 bulan sekali (sedang digarap,red). Kesembilan, media edukasi seluruh RS (leaflet, spanduk selasar, poster, TV Poliklinik, IG dan Youtube PKRS), dan lainnya.

Ditambahkan, Kepala Instansi PKRS, Baiq Ratmini menyatakan, sejak berdiri tahun 2008 lalu, PKRS terus berkreasi dan berinovasi. Meski tenaga fungsional khusus promkes RSUD Praya terbatas mengingat harus benar-benar terlatih melalui diklat untuk bisa diakui.

Namun hal ini dapat dikondisikan dengan merekrut atau mengadvokasi tenaga profesi yang ada di RSUD Praya dengan menjadwalkan sebanyak 50 unit dalam setahun. Terdiri dari Profesional Pemberi Asuhan ( PPA ) meliputi Dokter, perawat, bidan, apoteker, dan fisioterapi.

“Setiap RS diwajibkan miliki PKRS sebagai syarat akreditasi,”katanya.

Dalam aktualisasinya, PKRS persiapkan materinya bersumber dari para pembicara lalu disampaikan ke audiens melalui tampilan slide layar. Kemudian audiens dibekali diflet untuk dibawa pulang sebagai bahan pembelajaran di rumah.

“Kami juga videokan penyuluhan yang diupload ke medsos seperti instagram, facebook dan lainnya supaya bisa diakses melalui online,”ucapnya.

Selain itu, inovasi PKRS RSUD Praya juga menginisiasi adanya TV sentral. Terhubung dengan ruang-ruang utama yang terpasang layar LED. Menyajikan tontonan video tentang kesehatan. Sehingga bisa disaksikan semua pengunjung RSUD Praya.

Dengan kerja-kerja yang terus dimaksimalkan tersebut. Dapat disyukuri salah satu hasilnya, Pokja PKRS RSUD Praya raih nilai cukup tinggi 98 persen dari tim akreditasi.

Diharapkan, tenaga promkes RSUD Praya dapat memenuhi target minimal 6 orang berdasarkan PMK Nomor 44 tahun 2018, Sehingga kerja Promkes dapat optimal. (tim)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 170

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *