SERAP ASPIRASI: Anggota DPRD Loteng, Legewarman saat melakukan reses dengan masyarakat, belum lama ini. (IST/RADARMANDALIKA.ID)

PRAYA  – Kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat yang telah dilaksanakan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah (Loteng) di tahun 2023 ini masih saja muncul keluhan dan jeritan masyarakat di kalangan petani.

Dimana saat melaksanakan reses di beberapa titik, Anggota DPRD Loteng Legewarman pun menyatakan aspirasi masyarakat lebih banyak pada persoalan kelangkaan pupuk. Persoalan masalah kelangkaan pupuk selalu menjadi keluhan masyarakat.

“Keluhan masyarakat lebih banyak masalah langka dan mahalnya pupuk bersubsidi,” ungkap Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) itu.

F Reses Legewarman 4

Adapun aspirasi lainnya yang disampaikan masyarakat, secara umum hampir masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Seperti infrastruktur jalan, irigasi, penataan lingkungan, sumur bor, sarana prasarana (Sarpras) pendidikan, Sarpras fasilitas pelayanan kesehatan, pembinaan grup kesenian gendang beleq, hingga pemberdayaan pemuda.

“Saya reses di satu titik di Dusun Telok Desa Sengkerang, tiga titik di Desa Semoyang, satu titik di Desa Jeropuri dan satu lagi di Desa Landah,” bebernya.

Sementara dari beberapa aspirasi tersebut tentunya menjadi atensi khusus soal pupuk. Sebagai wakil rakyat dari Dapil Kecamatan Praya Timur-Kecamatan Pujut, Legewarman menekankan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) melalui OPD terkait agar lebih cepat dan tegas dalam menyelesaikan permasalahan yang selalu dikeluhkan masyarakat tersebut.

Mengingat dari dulu pihaknya selalu menyuarakan permasalahan tersebut. Akan tetapi, sampai dengan saat ini belum ada penyelesaian yang jelas dan pasti oleh Pemda.

“Ini menggambarkan betapa abainya Pemda terhadap tugas dan tanggung jawab selaku pengabdi dan pelayan masyarakat Lombok Tengah khususnya terhadap nasib masyarakat petani,” kritiknya.

IMG 20230220 WA0064

Kemudian, menurutnya dinas terkait tidak cukup kemudian hanya bisa menawarkan solusi saja, tanpa melalui sosialisasi yang lebih maksimal. Bagaimana mengambil solusi alternatif terhadap pupuk yang langka, kemudian bagaimana inisiasi pemerintah dalam penggunaan pupuk organik beserta manfaatnya.

“Seperti yang saya lakukan kemarin dengan cara memberikan bantuan pupuk organik dan pupuk cair terhadap beberapa kelompok tani untuk membuktikan secara langsung manfaat dan hasilnya, maka dengan demikian untuk selanjutnya para petani tidak lagi tergantung pada pupuk kimia saja,” ungkapnya. (tim)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 402

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *