Rekonstruski Kasus Pembunuhan di Narmada

Adegan

RAZAK/RADAR MANDALIKA REKA ADEGAN: Polresta Mataram melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan di Dusun Aik nyet, Desa Buwun Sejati, Kecamatan Narmada, Lobar. Adekan pelaku saat menghabisi nyawa korban yang berlangsung di Pantai Selingkuh, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, kemarin.

MATARAM – Satreskrim Polresta Mataram menggelar reka adegan kasus pembunuhan terhadap Adi, 40 tahun warga Dusun Aik Nyet, Desa Buwun Sejati, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Rekonstruksi kasus pembunuhan ini memperlihatkan 12 adegan di Pantai Selingkuh, Kecamatan Ampenan, kemarin (23/04).

Tersangka pembunuhan adalah Rahmayadi alias Reme, 50 tahun. Ia masih satu kampung dan tetangga korban. Kasus pembunuhan itu terjadi 18 Februari 2020 di Dusun Aik Nyet, Desa Buwun Sejati, Kecamatan Narmada, Lobar.

Reka adegan dipimpin langsung Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa. Perwakilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram juga ikut hadir menyaksikan rekonstruksi. Rekontruksi lengkap menghadirkan barang bukti yang digunakan pelaku. Mulai dari sepeda motor milik korban hingga parang yang digunakan pelaku.

Sebagai gambaran, reka adegan diawali saat Reme berjalan kaki dan dipepet oleh korban menggunakan sepeda motor. Karena kaget, Reme langsung memukul bagian kepala korban menggunakan bagian belakang parang. Korban langsung jatuh tersungkur. Melihat korban masih melotot, adegan selanjutnya pelaku memukul kepala dan telinga korban menggunakan parang. Karena korban membawa senapan, pelaku takut dan langsung mengayunkan parangnya ke arah kepala yang membuat korban terdiam.

Berlanjut ke adegan berikutnya. Pelaku pulang ke rumah dan menyimpan parangnya. Baju dan jaket juga disimpan pelaku. Adegan berikutnya semakin menarik. Pelaku sempat membantu warga mencari bambu untuk membuat keranda jenazah. Pelaku pergi ke rumah keluarganya di wilayah Merce, Narmada. Setelah itu tuntas sudah reka adegan kasus pembunuhan tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa menyampaikan, reka adegan dilaksanakan untuk melengkapi petunjuk jaksa penuntut umum Kejari Mataram. “Reka adegan hari ini salah satunya nanti supaya berkas tersangka dinyatakan lengkap atau P21 oleh kejaksaan,” ungkap dia.

Kasus ini sempat membuat warga setempat geger pada 18 Februari lalu. Mayat korban ditemukan oleh warga sekitar dan langsung dilaporkan ke Bhabinkamtibmas serta diteruskan ke Polsek Narmada. Kasus itu langsung ditangani Polresta Mataram. Berselang beberapa jam, pelaku Reme langsung ditangkap petugas di rumah keluarganya di daerah Merce Narmada. (zak)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

2 Juta Masker, Tauhid Sebut Pemkab Lelet

Read Next

Di Lotim, Tak Ada Salat Tarawih di Masjid-Musala

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *