Reaktif, Anggota DPRD NTB Batal Kunker

F ilustrasi 2

MATARAM – Semua anggota dewan dan pegawai keskretariat DPRD NTB akan kembali di-rapid test. Terutama bagi yang belum. Ini buntut dari hasil rapid test yang dilaksanakan Jumat pekan lalu kepada 40 anggota dewan dan pegawai secretariat, hasilnya satu anggota dewan dan satu pegawai dinyatakan reaktif.

Awalnya mereka di Rapid Test untuk tujuan persiapan kunjungan kerja (Kunker) Panitia Khusus (Pansus) Raperda inisiatif gubernur ke luar daerah yaitu tujuan, Bali dan DKI Jakarta.

“Ada rencana kita rapid test ulang untuk seluruh anggota dan pegawai, tapi setelah kunker ini,” beber Sekwan DPRD NTB, Mahdi di Mataram kemarin.

Kunker pertama sejak adanya wabah Covid-19 ini akan berlangsung selama empat hari. Mereka berangkat hari minggu pekan kemarin. Pada kunker tersebut membawa materi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)  inisiatif gubernur terdiri dari Pansus Raperda penyakit menular dan Pansus Raperda pernyataan modal  Perubahan Perda Nomor 5 tahun 2015 tentang PT GNE.

“Hasil rapid test sebelumnya satu orang reaktif untuk anggota dan satu orang karyawan reaktif, sehingga tidak bisa mengikuti kunker,” cerita Mahdi.

Sementara identitas mereka, Mahdi enggan membeberkan. Dia beralasan menyangkut kode etik kedokteran. Namun yang reaktif itu diharuskan mengisolasi diri selama 14 hari. Setelah itu nanti akan di Swab. Jika hasilnya negatif Covid-19 maka mereka baru dibolehkan masuk kerja.

“Menyangkut kode etik kedokeran tidak bisa diekpose,” singkatnya. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Dwi-Normal Perkuat Barisan Jelang Deklarasi

Read Next

Mahasiswi Unram Ditemukan Gantung Diri ?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *