Pria Asal Bujak Digorok Gara-gara Nafsuan Sesama Jenis

F Pembunuhan

KHOTIM/RADAR MANDALIKA TANGKAP: Pelaku saat dibawa anggota kepolisian, kemarin.

PRAYA—Kasus kematin Awan Hamzah (30) warga Desa Bujak, Kecamatan Batukliang yang digorok lehernya akhirnya terungkap. Kurang dari 1×24 jam, Satuan Reskrim Polres Lombok Tengah berhasil menangkap dua pelaku pembunuhan sadis tersebut.

Adapun pelaku tersebut di antaranya, inisial IB (20) warga Desa Aik Mual dan FA alias Ceper (17) warga Dusun Kebon Belek, Desa Jago, Kecamatan Praya.

Dari pengakuan pelaku, dia nekat membunuh lantaran kesal dengan korban yang ingin menyodomi dirinya. Sehingga pelaku menggorok leher korban menggunakan cutter.

 “Saya kesal. Dia itu bencong orangnya dan suka sama saya.  Bahkan, dia akan memberikan saya uang dan rokok asalkan saya mau disodomi. Hanya saja, saya tidak mau untuk melakukan itu,” ungkap salah satu pelaku, IB di halaman polres.

Pelaku mengungkapkan, selama kenal dengan korban, ia tidak pernah berhubungan intim sama sekali.  Namun, rekannya inisial FA diakuinya pernah berhubungan badan dengan korban. “Teman saya yang main dengan dia,” sebutnya.

Selain itu, dia bersama rekannya tidak pernah merencanakan pembunuhan tersebut. Hanya saja saat itu kesal, karena ingin disodomi. Namun mengetahui uang korban cukup banyak, ia bersama temannya FA berinisiatif untuk membunuh korban.

“Saya sangat menyesal telah melakukan perbuatan ini,” katanya.

Sementara itu, Kapolres  Loteng, AKBP Esty Setyo Nugroho mengatakan, dalam pembunuhan ini melibatkan dua orang tersangka.

 “Pembunuhan dilakukan oleh dua pelaku di kamar korban pada hari Selasa (2/02) sekira pukul 23.30 Wita,” kata Kapolres, saat konferensi pers, kemarin.

Esty mengatakan kedua tersangka ditangkap di Dusun Mong, Desa Kuta, Kecamatan Pujut sekitar pukul 19.30 Wita. Berikut sejumlah barang bukti berupa sepeda motor Honda Scopy DR 5741 UE, satu set pisau cutter, dua HP Samsung Galaxy, uang tunai Rp 4.564.500, 6 bukus rokok LA, dua buah Vaselin, satu bungkus kantong bening dan satu buah tas pinggang. 

“Kedua tersangka berhasil kita tangkap kurang dari 1×24 jam berdasarkan bukti-bukti petunjuk yang ditemukan di TKP dan keterangan beberapa saksi,” jelas Esty.

Kapolres menjelaskan kronologi pembunuhan itu. Dimana sekitar pukul 11.00 Wita korban menghubungi tersangka IB untuk membeli bahan-bahan kue dan satu set pisau cutter yang kemudian digunakan kedua pelaku untuk membunuh korban. Sekitar pukul 18.00 Wita, kedua tersangka mendatangi rumah korban dan membuat kue bersama.

“Pada saat membuat kue, di situ tersangka merencanakan pembunuhan terhadap korban karena melihat korban menyimpan sejumlah uang beserta barang-barang berharga termasuk satu unit motor scoopy,” lanjutnya.

Sementara dari hasil pemeriksaan pihak kepolisian, kedua tersangka mengaku telah membunuh korban dengan alasan ingin menguasai barang-barang korban seperti uang, handpone dan sepeda motor.

“Pelaku IB yang berperan menggorok korban, satu pelaku lagi berperan memegang kaki korban,” tuturnya.

Selain itu, sebelum dilakukan pembunuhan itu, korban bersama dua pelaku juga sempat minum-minuman keras.

“Korban dibunuh saat tidur setelah minum,” ucapnya.

Atas pebuatannya ini, kedua pelaku dijerat pasal berlapis, yakni pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.

“Ancaman hukuman 20 tahun penjara atau paling lama seumur hidup,” tutup Kapolres. (jay/tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Surat Hasil Rapid Tes Diduga Dipalsukan

Read Next

Sandiaga Uno Ajak SMSI Bantu Bangkitkan Sektor Pariwisata

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *