Pria 31 Tahun Gantung Diri di Lotim

F EVAKUASI 2

IST / RADAR MANDALIKA EVAKUASI : Polsek Pringgasela, Babinsa dan warga sekitat saat melakukan evakuasi jenazah korban gantung diri, kemarin.

LOTIM – Seorang pria inisial IM, 31 tahun ditemukan sudah tidak bernyawa lagi. Ia nekat mengakhiri hidupnya, setelah dilihat warga mondar mandir di depan rumahnya. Korban berasal dari Karang Dalem Dusun Gubuk Baret Desa Pringgasela Kecamatan Pringgasela Lombok Timur (Lotim). Sebelum kejadian, korban sempat ditawari kopi oleh tetangganya (saksi). Kejadiannya, sekitar pukul 06.00 Wita, kemarin.

Kronologi kejadiannya, sekitar pukul 05.00 Wita, Kartini (saksi) bersama suaminya melihat korban mondar mandir di depan rumahnya. Saat itu, kedua saksi sempat menawarkan korban minum kopi. Akan tetapi, tawaran Kartini dan suaminya ditolak korban.

Karena menolak tawaran kopi, saksi pun masuk ke rumah untuk nonton televisi. Sementara suami saksi masuk ke dalam kamar untuk istirahat. Pukul 06.00 wita, saksi masuk ke dapur untuk memasak. Begitu menyalakan kompor, saksi membuka pintu dapur dan menuju tempat heller tepung.

Di sana, saksi menemukan korban dalam keadaan tergantung dan sudah tidak bernyawa. Saksi langsung berteriak minta tolong. Sejumlah warga pun datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), untuk membantu menurunkan korban. Sejumlah warga kemudian menurunkan tubuh korban, dengan cara memotong tali yang menjerat leher korban. Korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah korban.

Polsek Pringgasela yang mengetahui informasi tersebut, langsung datang ke TKP untuk melakukan identifikasi dan olah TKP. Selain itu, personel Polsek Pringgasela, meminta keterangan korban.

Kapolres Lotim, melalui Kasubbag Humas, IPTU Lalu Jaharudin, mengatakan, keterangan diperoleh Polsek Pringgasela, korban mengalami gangguan jiwa, dan masih dalam perawatan. Beberapa kali, korban korban dirawat ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mataram.

Rupanya, korban beberapa kali pernah melakukan percobaan bunuh diri, akan tetapi bisa digagalkan oleh keluarga. Dengan kejadian itu, kematian korban itu dianggap sebagai musibah, sehingga menolak dilakukan otopsi. Karena menolak diotopsi, keluarga korban membuat surat pernyataan.

“Sebab menerima kejadian itu sebagai musibah, jenazah korban langsung diserahkan pada keluarga, untuk dimakamkan. Hari ini (kemarin, red), korban langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) dusun setempat,” tegasnya. (fa’i/r3)

1 Review

?s=96&d=mm&r=g
bola165
1

Bola165

Hobi bermain slot online, Tenang Bola165 mempunyai promo Welcome cashback 100% Dengan syarat TANPA TO, dan anda bisa mencoba meraih kemenangan anda di kesempatan kedua, cek promosi bisa disini: biolinky.co/promobola165

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Pendemo Desak Izin UD Mawar Ditinjau Ulang

Read Next

Waduh…Mantan TKI Nekat Jualan Sabu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *