MATARAM – Hasil akhir rekapitulasi suara nasional, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mentok di angka 3,87 persen. Selain PPP, PSI juga gagal masuk senayan. Suara PSI hanya diangka 2,81 persen.

Dengan kondisi demikian untuk DPR RI Dapil NTB II (Pulau Lombok), Ketua DPD PDIP NTB, Rachmat Hidayat berhasil kembali masuk senayan setelah sebelumnya berada di kursi ke sembilan. Hal tersebut berdasarkan data KPU NTB usai berlangsungnya rekapitulasi perhitungan suara terbuka ditingkat Provinsi NTB minggu lalu.

Berikut delapan partai politik beserta peraih suara terbanyak caleg yang berhasil mengamankan kursi Pileg DPR RI dari Dapil NTB II Pulau Lombok hasil rekapitulasi suara nasional:

  1. Partai Gerindra 347.607 suara, pemilik suara terbanyak yakni Lale Syifaunnufus dengan 135.619 suara.
  2. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 222.225 suara, pemilik suara terbanyak yakni Abdul Hadi dengan 78.765 suara.
  3. Partai Golkar 206.000 suara, pemilik suara terbanyak yakni Sari Yuliati dengan 119.444 suara.
  4. Partai Amanat Nasional (PAN) dengan 166.161 suara, peraih suara terbanyak yakni Muazzim Akbar dengan 48.827 suara.
  5. Partai Demokrat dengan 163.985 suara, peraih suara terbanyak yakni Nanang Samodra dengan 60.366 suara.
  6. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 160.823 suara, peraih suara terbanyak yakni Lalu Hadrian Irfani dengan 71.941 suara.
  7. Partai NasDem 147.062 suara, peraih suara terbanyak yakni Fauzan Khalid dengan 59.569 suara.
  8. PDIP 134.184 suara, peraih suara terbanyak yakni Rachmat Hidayat dengan 73.679 suara

Sementara itu berdasarkan hasil akhir rekapitulasi suara sah nasional yang dilakukan KPU RI pada pukul 19.09 WIB suae tercatat mencapai 151.796.630 suara.

Berikut daftar perolehan suara parpol pada Pemilu 2024.

  1. PDIP 25.387.728 suara atau 16,72 persen)
  2. Golkar 23.208.654 atau 15,28 persen
  3. Gerindra 20.061.708 atau 13,22 persen
  4. PKB 16.115.655 atau 10,61 persen
  5. NasDem 14.660.516 atau 9,65 persen
  6. PKS 12.781.353 atau 8,42 persen
  7. Demokrat 11.283.160 atau 7,43 persen
  8. PAN 10.984.003 atau 7,23 persen
  9. PPP 5.878.777 atau 3,87 persen
  10. PSI 4.260.169 atau 2,81 persen
  11. Perindo 1.955.154
  12. Partai Gelora 1.281.991
  13. Hanura 1.094.588
  14. Partai Buruh 972.910
  15. Partai Ummat 642.545
  16. PBB 484.486
  17. Garuda 406.883
  18. PKN 326.800.

Sementara itu KPU NTB juga membenarkan bahwa PPP tidak tembus PT 4 persen. Hal tersebut berdasarkan rekapitulasi KPU RI yang telah selesai.

“Iya (benar) begitu hasil rekapitulasi nasional,” ungkap Anggota KPU NTB, Agus Hilman terpisah.

Hilman membenarkan dari data KPU sendiri PPP mentok diangka 3,87 persen.

“Iya itu data betul,” katanya singkat.

Dengan tidak lolos PT maka semua Caleg DPR RI dari PPP yang meraih suara terbanyak gagal duduk di kursi empuk Senayan. Terhadap hal itu Hilman mengatakan belum bisa dipastikan tidak dapat duduk sebagai wakil rakyat di DPR RI.

“Belum dapat dipastikan (tidak bisa duduk). Saat ini KPU baru menetapkan perolehan suara. Nanti menunggu hasil setelah ada gugatan atau tidak di MK dan menunggu putusan MK jika ada gugatan, baru kemudian dapat penetapan perolehan kursi dan calon teepilih,” ulas Hilman.

Dalam hal ini peserta pemilu masih ada ruang melakukan atau tidak melakukan gugatan di MK.

“Undang-undang memberikan ruang itu. Jadi kepastiannya setelah ada atau tidak gugatan di MK atau setelah putusan MK terhadap jika ada sengketa pemilu,” ungkapnya. (jho)

100% LikesVS
0% Dislikes
Post Views : 295

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *