MEMPRIHATINKAN: Begilah kondisi Papuk Mudah yang tinggal di gubuk reok di Desa Jagerage Kecamatan Kuripan beberapa waktu lalu. (Ist/RADAR MANDALIKA)

Berjuang Menghidupi Cicit, Tinggal Berdua di Gubuk Reot

 

Kesejahteraan nampaknya belum merata dirasakan oleh masyarakat Gumi Patuh Patju. Potret kemiskinan masih bisa mudah dijumpai, seperti dialami Papuq Mudah.

 

WINDY DHARMA-LOMBOK BARAT

USIANYA telah berada di angka 73 tahun. Papuq Mudah namanya. Kondisi fisik lansia ini seharusnya tak boleh lagi dipakai bekerja keras. Namun apalah daya, Papuq Mudah masih harus merawat cicitnya yang berusia 5 tahun. Bersama cicitnya, ia tinggal di gubuk reot. Berdinding anyaman bambu dengan atas seng, ia bersama cicitnya berteduh dari sengatan matahari dan dinginnya air hujan. Meski ketika hujan, air masuk melalui dinding bedek yang bolong dan atap yang bocor.

Beberapa tahun lalu ia ditinggal sang cucu yang merantau dan hanya meninggalkan sang cicit yang bernama M Adzan Duha. Papuq Mudah tak bisa hanya berleha-leha. Ia harus mengurus semua keperluan cicitnya itu, mulai dari keperluan sandang, pangan dan papan. Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, ia hanya mengandalkan upah dari tukang pijat dan belas kasihan keluarga serta tetangga terdekat.

Kendati tak pernah mengeluh dengan hidupnya yang sangat kekurangan, ia sangat berharap istana mungilnya bisa diperbaiki agar lebih layak ditinggali bersama cicitnya.

Kepala Desa Jagaraga, Muh Hasyim mengatakan, Papuq Mudah sudah dibantu dari Dinas Sosial yang sudah turun mengecek kondisinya. “Alhamdulillah tim Dinsos sudah turun cek, dan berikan bantuan,” jelas dia.

Sementara untuk penanganan rumah Papuq Mudah, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Disperkim dan Baznas. Pihak terkait pun merespon dengan rencana memberikan bantuan melalui program Rumah Layak Huni (MAHYANI).

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Sosial, anak dan jompo telantar mendominasi di Lobar. Dimana jumlah lanjut usia atau jompo terlantar sebanyak 1.786 jiwa dan anak terlantar 3.328 orang. Dan jumlah orang tua terlantar 1.786 orang. (*)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 1191
25 thoughts on “Potret Warga Miskin di Lombok Barat yang Terabaikan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *