Polres Lobar Bongkar Prostitusi Berkedok SPA, Tarifnya 500 Ribu

F PROSTITUSII

IST/RADAR MANDALIKA AMANKAN: Jajaran Polres Lobar saat mengamankan terduga mucikari inisial IR di salah satu spa di wilayah Batulayar, Kamis (1/4) lalu.

LOBAR—Praktek prostitusi di Kecamatan Batulayar ternyata masih marak. Terbaru, Polres Lombok Barat (Lobar) kembali membongkar praktek prostitusi berkedok tempat SPA. Bahkan saat pengeledahan di tempat SPA itu, polisi memeprgoki sepasang pria dan wanita sedang melakukan hubungan seksual.

“Diamankan seorang terduga pelaku mucikari inisial IR warga Penimbung Kecamatan Gunungsari. Termasuk sepasang pria dan wanita yang dimintai keterangan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Lobar AKP Dhafid Shiddiq, melalui Kasubbag Humas AKP Agus Pujianto, kemarin.

Pengungkapan praktek prostitusi berkedok spa berawal dari informasi masyarakat tentang adanya tempat spa yang menyediakan layanan pijat tradisional plus plus. Kasus itu menambah deretan praktek prostitusi di kawasan Batulayar yang dibongkar jajaran Polres Lobar. “IR selaku pengelola spa, menarik tarif yang berbeda sesuai dengan layanan yang diinginkan oleh pengunjung. Sehingga setiap tamu yang datang bisa melakukan perbuatan asusila,” terangnya.

Terkait tarif, Agus menyebut besaran yang dipatok oleh mucikari bervariasi agar bisa mendapatkan layanan. Untuk pijat biasa dikenakan tarif Rp 150 ribu. Namun jika ingin layanan hubungan seksual, pelanggan dikenakan biaya tambahan Rp 500 ribu. Sehingga, pengunjung harus merogoh kocek minimal Rp 650 ribu, bahkan lebih untuk sekali hubungan seksual. “Tarif yang dibayarkan sebesar Rp 150 ribu untuk membayar biaya masuk spa sedangkan Rp 500 ribu untuk terapis dan maminya. Nanti diminta ditransfer ke rekening yang ditunjuk oleh IR,” terangnya.

Sejumlah barang bukti juga diamankan dari lokasi spa, seperti uang tunai, bukti transfer, seprai dengan bercak sperma hingga alat kontrasepsi berupa kondom. Seluruh barang bukti, dan terduga IR digelandang ke Mapolres Lobar.
Selain itu, polisi juga sudah memintai keterangan sepasang pria dan wanita sebagai saksi. “Terduga pelaku dijerat dengan Pasal 296 dan atau Pasal 506 KUHP Jo Pasal 56 KUHP, karena mempermudah perbuatan cabul (prostitusi),” pungkasnya. (win)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Warga NTB, Jangan jadi Penonton di KEK Mandalika

Read Next

Mensos Selasa Besok ke Lokasi Banjir di Bima

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *