Perusahaan Rokok Lokal Terkendala Cengkeh

F ROKOK scaled

WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA ROKOK LOKAL: Kepala Disperindag Lobar saat menunjukkan salah satu hasil produksi rokok lokal asal Mambalan ketika ditemui di ruang kerjanya, kemarin (21/9).

LOBAR–Produksi rokok lokal hasil olahan industri rumahan di Lombok Barat (Lobar) terkendala pasokan cengkeh. Karena petani cengkeh di Lombok terbilang minim. Sehingga selama ini para pengusaha rokok lokal yang sudah memiliki izin harus memenuhi kebutuhan cengkeh dengan mendatangkan dari Pulau Jawa.
“Kalau pun ada (petani cengkeh, red) sangat terbatas dan pengolahannya tidak maksimal. Sehingga mereka mengambil cengkeh di Jawa,” terang Kepala Dinas Perindustrian dan Perdanganan (Disperindag) Lobar, H Sabidin yang dikonfirmasi, kemarin (21/9).
Padahal kualitas tembakau Lombok sangat diakui bagus. Bahkan beberapa perusahaan rokok besar mengambil tembakau asal Lombok. karenanya perlu adanya dorongan dinas terkait kepada para petani agar mau menanam cengkeh. Karena potensi cengkeh cukup menjanjikan. “Kalau tembakau sudah banyak di beberapa tempat yang menanam, kayak di Sekotong,” bebernya.
Sejauh ini di Lobar baru ada tiga industri rokok lokal yang memiliki izin. Yakni berlokasi di Desa Mambalan Gunungsari, Desa Kediri Kecamatan Kediri dan di Narmada. Kehadiran ketiga indutri itu dirasakan manfaatnya bagi masyarakat karena menyerap tenaga kerja meski jumlahnya tak begitu banyak.
“Sifatnya skala kecil, masih berupa sigaret kretek tangan. Jadi manual dipilitnya dengan alat sederhana,” bebernya.
Pihaknya pun berusaha mendorong usaha rokok lokal yang berizin dan legal memiliki pita cukai. Sebab sejauh ini lebih banyak tembakau iris yang dijual ecer tanpa pita cukai. “Kita dorong agar supaya mereka bisa naik kelas dari ilegal menjadi legal. Supaya mau daftar di bea cukai. Persyaratanya sederhana, asal ada lahan minimal 2 are akses bisa masuk mobil dan ada gudang tembakau dan memiliki nomor pendaftaran dari Kantor Bea Cukai,” jelasnya.
Meski begitu, pihaknya berusaha mendorong agar adanya industri rokok skala besar di Lobar. Meski masih menemui kendala. Sempat ada industri skala pabrik di Kediri, hanya saja gulung tikar karena terlendala cengkeh. Sehingga terpaksa memilih kembali ke industri skala rumah.
Tak dipungkiri Dana bagi hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) begitu berpengaruh dengan adanya industri rokok di daerah. Sebab besaran dana yang diterima daerah dilihat dari adanya industri rokok. Walaupun ada juga penilaian untuk luas lahan tanaman tembakau. “Makanya agak kecil (DBHCHT) Lombok Barat,” pungkasnya.(win)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Seorang Ibu Tewas Ditusuk Adik Ipar Belasan Kali

Read Next

Senam Zumba Viral di Kuta, Hizzy: Sudah Sesuai Prokes!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *