Pensiunan PNS Ditemukan Membusuk di Sungai

  • Bagikan
F EVAKUASI 1
IST / RADAR MANDALIKA EVAKUASI : Mayat Lalu Burhan, saat dievakuasi tim gabungan dari sungai kedalaman 70 meter, kemarin.

LOTIM – Seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) ditemukan membusuk di sungai Bantek, Dusun Tanak Mira Barat Desa Wanasaba Kecamatan Wanasaba Lombok Timur (Lotim). Korban ditemukan warga di sungai yang kedalamannya sekitar 70 meter, sekitar pukul 11.00 Wita, kemarin.
Mayat yang telah diketahui identitasnya itu, bernama Lalu Burhan, 60 tahun asal Dusun Beak Lauk Desa Wanasaba Kecamatan Wanasaba Lotim. Kronologi penemuan mayat itu, ketika itu Lalu Jalal bersama Rusnan dan Hilman (saksi, red), pergi ke sungai Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memperbaiki pipa air bersih milik Pondok Pesantren (Ponpes) Soufiah. Ketiganya sangat terkejut melihat mayat tersebut tergeletak sudah membusuk.
Mereka langsung menghubungi pengurus Ponpes Hj Eli, dan langsung melaporkan temuan itu pada Polsek Wansaba. Begitu menerima laporan, Kapolsek Wanasaba bersama jajarannya, langsung berkoordinasi dengan Unit Inafis Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lotim. Bersama Polsek, tim Inafis melakukan identifikasi dan olah TKP. Tim Reaksi Cepat (TRC) Lotim, juga turun ke TKP untuk melakukan evakuasi jenazah.
Usai identifikasi dan olah TKP, jenazah tersebut dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soedjono Selong Lotim untuk dimandikan dan dilakukan visum. Sementara keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi, karena pihak keluarga menerima dan tidak keberatan serta tidak akan melakukan tuntutan hukum secara pidana maupun perdata, sebab kejadian tersebut dianggap suatu musibah.
Pengakuan H Lalu Marsikin yang merupakan kakak kandung korban, korban diketahui meninggalkan rumah dan menghilang sejak sebulan lalu. Korban mengalami gangguan jiwa, dan sejak hilang keluarga telah berupaya mencari korban ke berbagai tempat, namun tidak membuahkan hasil.
Kapolres Lotim, melalui Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Lotim, IPTU Lalu Jaharudin, menyebutkan, korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 15.30 Wita. Karena dianggap musibah, keluarga korban membuat surat pernyataan penolakan otopsi, dan tidak keberatan secara hukum. “Korban ditanda dari muka dan rambutnya, serta celana yang dikenakan korban,” jelasnya.
Setelah semua proses dilalui sesuai Standar Operasional dan Prosedur (SOP), jenazah korban langsung diserah terimakan untuk dimakamkan. (fa’i/r3)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *