Pengakuan Keluarga Pria Asal Bujak yang Tewas Digorok

F Bok

BUYUNG/RADAR MANDALIKA KETERANGAN: Keluarga korban pembunuhan saat memberikan keterangan pada Radar Mandalika, Jumat, (5/2) kemarin.

Keluarga Keberatan, Korban Diakui Rajin Ibadah dan Sering Ditipu Temannya

Cerita yang diperoleh wartawan Radar Mandalika. Awan Hamzah, 30 tahun pria yang tewas dalam kondisi lehar digorok  dikenal rajib ibadah oleh keluarga. Selain itu, pria ini juga dikenal tertutup di tempat tinggalnya.

BUYUNG-LOMBOK TENGAH

WARGA Dusun Batu Lumbung, Desa Bujak, Kecamatan Batukliang sontak dikejutkan dengan adanya peristiwa tragis. Ada kasus pembunuhan sadis yang dilakukan oleh dua orang remaja, Rabu (3/2) dan diketahui sekitar pukul 07.00 wita. Sebut saja korban, Awan Hamzah.

Belakang ini, Awan diberitakan banyak media memiliki kelainan seks. Demikian juga pengakuan pelaku yang sudah diamankan pihak kepolisian Polres Lombok Tengah. Kasus ini pun bisa terjadi buntut dari keinginan korban melakukan hubungan layaknya suami istri kepada pelaku yang sesama pria.

Tetangga korban, Mail menceritakan dalam keseharian korban, dia menilai cukup tertutup dengan  pergaulan di sekitar di desanya. Mail sendiri melihat banyak pemuda diluar desa yang sering berkunjung ke rumah korban dan tak kenal waktu. Dia menyebutkan, kunjunganpun rekan korban terbilang banyak, sehingga lalu lalangnya kendaraan yang melewati rumah tetangga sudah biasa ia dengar.

“Kebanyakan korban bergaul dengan orang luar. Jarang dengan remaja lokal karena umur dia jauh di bawah umur pemuda di sini. Saya juga tidak kenal siapa saja orang yang datang ke rumahnya, jadi mereka bebas keluar masuk,” ungkapnya.

Dari pengakuan tetangga, sosok korban sendiri terlihat pendiam namun sopan sejak dari kecil. Mail juga melihat korban tersebut sering keluar malam dan kalaupun ada kegiatan di rumah korban, pintu rumah mail lihat sering tertutup.

 “Dia jarang berinteraksi dengan kami, melapor kalau ada kawan yang berkunjungpun tidak pernah,” bebernya.

Mail mengatakan, kalau mengkategorikan korban penyuka sesame jenis atau tidak, dirinya tidak berani membenarkan hal tersebut. Tetapi menurutnya, pelaku pembunuhan hanya mencoba mencari pembenaran dengan menyebut korban memaksa bersetubuh dengannya.

“Korban ini orang baik, taat ibadah ke musala. Apalagi bulan ramadan. Jadi saya juga ngak bisa bilang korban homo,” katanya.

Postur tubuh korban memang terlihat feminim, namun sejak kecil korban juga tetap bergaul dengan laki-laki dan perempuan.  Dan yang dia tahu, korban terakhir sangat dekat dengan menantunya. “Korban sering ke Babakan, Lombok Barat ke rumah sahabatnya, Ari. Dan Ari ini menantu saya,” sebutnya.

Ditambahkan, kakak tertua, Sahabudin mengungkapkan rasa kecewa atas pemberitaan yang beredar terhadap adiknya tersebut. Dia menyebutkan, pihak keluarga sangat sakit hati dengan adanya pemberitaan miring yang menimpa nama baik keluarganya. Oleh karena itu, keluarga sebagai saudara tertua meminta dua orang pelaku dihukum setimpal dengan perbuatan yang dilakukan kepada adiknya, dan meminta mereka memberikan keterangan yang benar, sehingga tidak menuduh korban memiliki kelainan jenis seksual.

 “Saya minta kedua pelaku ini dihukum mati karena tindakan mereka sudah diuar dari rasa kemanusiaan. Ini kan pembunuhan dilakukan dengan berencana. Dan satu lagi, diketurunan kami tidak ada yang memiliki kelainan jenis seks,” tegasnya lagi.

“Menurut saya, keterangan pelaku hanya sebuah bentuk pembelaan. Kalau saya bertemu dengan mereka saya juga ingin bunuh kedua pelaku ini. Mereka sudah diperlakukan dengan baik oleh koban kok balasannya biadap seperti ini,” tambahnya kesal.

Anak kedelapan dari 10 bersaudara ini juga sempat menawarkan korban menikah, tetapi korban selalu menolak dengan alasan masih ingin menikmati masa muda. Selama ini, korban memang lebih sering berinteraksi dengan teman ketimbang keluarga. Sehingga, saat korban sudah tiada, keluarga baru tahu kalau korban sering ditipu oleh temannya.

 “Dia sering dimanfaatkan walaupun omongan agak ceplas ceplos tapi hati dia lunak,” sebut dia. (*)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Uang Wisuda, Orangtua Alumni Poltekpar Lombok Keberatan

Read Next

HPN 2021 Menteri Sosial Puji SMSI Bangun Peradaban

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *