DITEMUKAN: Warga Bangket Parak yang tenggelam ditemukan tim gabungan. (IST/RADARMANDALIKA.ID)

PRAYA – Enam orang dari Dusun Sangi, Desa Bangket Parak, Kecamatan Pujut dalam kecelakaan laut yang mengakibatkan satu orang tenggelam di lokasi Tanjung Mertak Pantai Mawun, Desa Tumpak, Kecamatan Pujut, telah ditemukan. Sekitar 19 jam usai hilangnya warga yang mencari kerang itu akhirnya ditemukan mengambang sudah tak bernyawa, pada Rabu (28/12023) malam.

Kejadian ini terjadi pada Jumat, (27/1) sekitar pukul 06.00 Wita. Identitas orang yang melaut tersebut yakni Buyung (31), Rajab alias Amaq Nia (45), Kodim (31), Jumene (33) adalah korban yang hilang, Rahini alias Raye (25), dan Marjuki alias Cekung (13).

Atsas laporan keluarga korban, Kantor SAR Mataram menggerakkan satu tim Rescuer menuju lokasi kejadian. “Kami segera melaksanakan pencarian di lokasi dengan menggerakkan satu Tim Rescuer dari Pos Siaga SAR Mandalika menggunakan perahu karet,” ungkap PLT Kepala Kantor SAR Mataram, Muhdar.

Sebelumnya korban atas nama Jumene (33/) berangkat berenam menuju Pantai Mawun untuk mencari kerang laut dari pukul 06.00 Wita, empat orang diantaranya termasuk korban turun ke laut, dan dua orang lainnya menunggu di tepi pantai.

Setelah beberapa saat, korban terjatuh ke laut, kemudian diselamatkan oleh dua orang lainnya. Namun korban tidak terlihat ikut membantu menolong saudaranya yang terjatuh. Sejak insiden tersebut keluarga mulai mencari korban dari area bukit hingga jalur menuju pulang.

Kemudian pada pukul 11.50 Wita, Kades Bangket Parak melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Mataram. Tim SAR dari Pos Siaga SAR Kuta Mandalika ikut bergabung dengan Kepolisian, TNI dan masyarakat sekitar dalam melakukan pencarian di hari pertama.

Sementara, Kapolsek Kawasan Mandalika, AKP I Made Dimas mengungkapkan, karena pada hari pertama pencarian korban tidak ditemukan, pihak keluarga korban berusaha melakukan pencarian sendiri dan dengan meminta syarat secara tradisional ke mangku adat yang ada di Desa Tumpak.

“Setelah satu hari di selam pas penyelam atau Pokmaswas dan nelayan pulang karena sudah malam,” ujarnya.

Di hari kedua, Sabtu (28/1) sekitar pukul 20.00 Wita telah ditemukan warga tenggelam di Pantai Mawun di sebelah selatan Gunung Netem.  Dimana, pihak keluarga korban yang tetap di lokasi tenggelam hingga malam hari membawa senter dan menunggu melihat seperti ada bongkahan kayu. Kemudian memberikan informasi ke Pokmaswas atau nelayan dan langsung turun mengecek hal tersebut. Ternyata, sesampainya di tempat tenggelam tersebut memang benar yang disangka kayu itu merupakan mayat.

“Kelurganya saat menyenter korban sudah dalam keadaan mengambang yang saat itu berteriak ke arah pesisir pantai yang didengar oleh banyak warga, pada saat itu 3 perahu Pokmaswas turun ke laut untuk menjemput jenazah dengan dinaikkan di salah satu perahu, setelah sampai ke pesisir pantai secara beramai ramai mengangkat jenazah korban ke ambulan Desa Tumpak sekaligus dibawa pulang ke rumah duka, dan langsung dilakukan pemakaman malam itu juga,” ceritanya. (tim)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 345

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *