Pemerkosa Gadis 15 Tahun di Lotim Ditangkap

F BORGOL

IST / RADAR MANDALIKA BORGOL : Jabrik, satu dari dua pelaku pemerkosaan yang ditangkap tim puma Polres Lotim.

LOTIM – Setelah merampas keperawanan gadis belia 15 tahun asal Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur (Lotim), WF alias Yudi alias Jabrik, 22 tahun asal Dusun Ambung Desa Masbagik Timur Kecamatan Masbagik, dijebloskan tim Puma Polres Lotim ke bui. Tidak saja Jabrik masuk bui, tapi juga RZ 17 tahun asal Dusun Montong Aur Desa Jero Gunung Kecamatan Sakra Barat. Mereka dibekuk di TKP berbeda. Jabrik dibekuk saat asyik duduk di pinggir jalan raya Rempung Kecamatan Pringgasela Lotim, dan jalan raya Desa Jero Gunung, Kamis (24/6) lalu.
Keduanya diborgol setelah dilaporkan orang tua korban, dengan nomor LP/B/ 219/VI/2021/SPKT/Res.Lotim, (22/6) lalu tentang tindak pidana pencabulan dan atau kekerasan seksual terhadap anak.
Kronologi kejadian, terenggutnya kehormatan korban, ketika itu sekitar pukul 11.00 Wita, Jabrik mengajak dan menjemput korban untuk bertemu dengan rekan-rekan club motornya di base camp. Setiba di rumah ketua club motor yang dijadikan base camp di Desa Montong Montong Betok Kecamatan Montong Gading, pelaku meminta izin meminjam kamar pada temannya di base camp.
Setelah keadaan sepi di Tempat Kejadian Perkara (TKP), pelaku langsung beraksi memaksa korban untuk melayani nafsu bejatnya namun ditolak korban. Penolakan korban tidak membuat pelaku bergeming, tetapi terus memaksa korban hingga berhasil merenggut keperawanan dengan menyetubuhi korban.
Beberapa hari kemudian, RZ bersama teman-teman club motornya mengadakan pertemuan di Dam Pandanduri Lotim. Usai melakukan kegiatan, RZ kemudian datang ke base camp di Montong Gading. Sementara korban bersama teman-teman lainnya, sudah ada di base camp tersebut. Usai pertemuan di base camp, teman-teman club motor korban pulang.
Yang tersisa di base camp, hanya korban yang menunggu jemputan. Korban yang sendirian perempuan menunggu jemputan temannya, dimanfaatkan RZ menyalurkan nafsu bejatnya. Korban dipaksa pelaku memenuhi hasratnya. Korban berusaha keras menolak dengan cara meronta, tapi pelaku terus memaksa sampai korban berhasil disetubuhi.
Selain mengamankan kedua pelaku, Tim Puma juga mengamankan barang bukti berupa dua unit sepeda motor pelaku, dan dua buah handphone. Pelaku dan barang bukti digiring ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lotim.
Kapolres Lotim, melalui Kepala Seksi (Kasi) Humas, IPTU Lalu Jaharudin, menyebutkan, setelah melalui serangkaian pemeriksaan dilakukan penyidik, RZ pelaku kedua melakukan aksi bejatnya, setelah mendapatkan cerita dari Jabrik.
“Kedua terduga pelaku terancam undang-undang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, pihaknya mengimbau para orang tua, agar mengontrol pergaulan anak-anaknya, terutama ketika berada diluar rumah. Sehingga, tidak menjadi korban kejahatan pencabulan atau kekerasan seksual. (fa’i/r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Dua Bulan Jenazah TKW Asal Labulia Tak Dipulangkan

Read Next

Penuturan Anak dari Almarhum Sanimah, TKW Asal Desa Labulia

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *