Pelaku Pencabulan Siswi SD di Loteng Ditangkap

WhatsApp Image 2020 07 10 at 07.46.17

JAYADI/RADAR MANDALIKA KONPRENSI PERS: Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lombok Tengah, IPDA Putu Titin Rahayu saat memberikan keterangan pers, kemarin.

PRAYA-Seorang warga Desa Bangket Parak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah inisial LS 38 tahun diduga telah mencabuli siswi Sekolah Dasar (SD). Sebut saja namanya Mawar (nama samaran, Red) 11 tahun warga setempat.

Sekarang pelaku sudah diamankan di Mapolres Lombok Tengah. Kasus ini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Loteng.

Kanit PPA Satreskrim Polres Loteng, IPDA  Putu Titin Rahayu membenarkan kasus pencabulan tersebut.   Pelaku berhasil ditangkap di tempat persembunyianya di wilayah Kabupaten Sumbawa. Setelah buron selama dua bulan. 

“Pelaku LS ini merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO). Karena, setelah melakukan perbuatannya pelaku bersembunyi di wilayah Kabupaten Sumbawa,” terangnya saat melakukan jumpa pers, kemarin.

Putu menerangkan,  aksi pencabulan ini terjadi tanggal 4 April 2020 lalu.  Dimana pada saat itu korban sedang bermain di rumah temannya, kemudian pelaku yang melihat korban, masuk melalui pintu dapur untuk minum. Tidak lama tiba -tiba pelaku masuk melalui pintu belakang untuk menemui korban.  Melihat pelaku, korban langsung masuk ke dalam kamarnya. 

Selang berapa menit,  pelaku masuk ke dalam korban, dimana saat itu korban sedang menyapu kamarnya.  Setelah masuk, pelaku kemudian mengunci pintu kamar korban dan pelaku berkata, “lepas sapumu, sini ada yang saya mau beritahu”. 

Kemudian korban melepas sapu dan pelaku langsung menarik tangan korban serta mendorong korban hingga terjatuh ke tempat rajang tidurnya.

Selanjutnya, pelaku menindih korban sembari melakukan aksi bejatnya selama kurang lebih 5 menit.  Usai melakukan aksinya itu,  pelaku mengancam korban dengan berkata,”Awas jangan kasih tau orang,  kalau dikasih maka akan saya bunuh”. Setelah itu pelaku langsung keluar dari kamar korban. Melihat pelaku keluar, selanjutnya korban keluar dan menceritakan pada orang tuanya. 

 “Kami yang menerima laporang langsung melakukan penyelidikan dan berusaha untuk mencari pelaku,  tapi pelaku sudah melarikan diri ke Sumbawa,” tuturnya. 

Putu menegaskan,  pada saat pelaku melakukan aksinya,  korban tidak bisa melakukan perlawanan,  karena mulut korban dibungjam dengan tangan pelaku serta korban diancam oleh pelaku.

“Pelaku mengancam korban, sehingga korban tidak berani melawan,” ujarnya.

Dari keterangan pelaku saat menjalani pemeriksaan,  pelaku mengaku bahwa pacaran dengan korban, namun korban bilang tidak pernah. Selain itu,  tidak mungkin korban pacaran dengan pelaku, sebab korban masih bocah. 

“Pelaku ini juga informasinya sudah enam kali menikah,” ceritanya.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 76 KUHP tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 18 tahun penjara.(jay)

1 Review

?s=96&d=mm&r=g
larisa
1

Game Seruuu

Bosan di rumah karena pandemi covid-19 Keuangan anda berkurang karena di potong gaji Bola165 solusi untuk anda semua Buruan gabung bersama kami dan menangkan hadiahnya !!! Banyak promo menarik untuk anda semua Tunggu apa lagi buruan bermain dan menangkan hadiahnya Menjadi milyader bukan lagi sebuah mimpi guysss !!!!!!!

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Pembobol Rumdis Dokter Diciduk

Read Next

JPS Gemilang Diharapkan Jadi Pondasi Perbaikan Kualitas IKM dan UMKM di NTB

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *