AMANKAN: Tersangka saat sedang diperiksa oleh unit PPA Satreskrim Polres Lobar, belum lama ini. (WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA)

LOBAR – Dunia pendidikan di Lombok Barat (Lobar) tercoreng oleh tindakan tak terpuji seorang oknum guru di Desa Gelogor, Kecamatan Kediri. Guru yang harusnya menjadi teladan justru diduga melakukan pelecehan seksual kepada muridnya sendiri. Ironisnya, pelaku berinisial S (57) diduga melakukan aksinya setiap Jumat saat pelajaran olahraga berlangsung di salah satu Sekolah Dasar Negari (SD) di Desa Gelogor.

Kasat Reskrim Polres Lobar, Iptu I Made Dharma Yuliaputra yang dikonfirmasi menerangkan, pelaku sudah diamankan Satreskrim Polres Lobar, Rabu (1/3) malam. Setelah orang tua dari lima korban melaporkan kepada kepolisian atas tindakan pencabulan itu.

“Pelaku inisial S umur 57 tahun seorang guru dari salah satu sekolah di Kecamatan Kediri. Ada laporan dari orang tua salah satu korban jika anaknya dicabuli,” terang Dharma yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (2/3).

Kasus pencabulan itu tengah dalam penyidikan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lobar. Sejauh ini, kata Dharma, baru lima korban yang melaporkan tindakan bejat oknum guru berstatus PNS itu. Pemeriksaan awal dengan memintai keterangan lima korban didampingi oleh orang tuanya juga sudah dilakukan.

“Lima korban sudah dilakukan visum di dokter Rumah Sakit Bhayangkara,” bebernya.

Lima korban itu seluruhnya siswa perempuan. Dari keterangan awal yang dihimpun Satreskrim, oknum guru olahraga itu sudah sering melakukan tindakan bejatnya setiap Jumat saat berlangsung jam olahraga. Korban diajak masuk dalam salah satu ruang yang sepi. Di lokasi itulah pelaku melakukan tindakan pencabulan dengan meraba bagian sensitif korbannya.

“Terakhir kali pelaku melakukan aksinya Jumat (24/2) kemarin, tetapi salah satu korban melaporkan kepada orang tuanya sehingga atas kejadian itu orang tuanya keberatan dan melaporkan ke Polres Lobar Rabu (1/3),” terangnya.

Menurut Dharma, pihaknya langsung menindaklanjuti laporan itu beberapa jam setelah menerima laporan dengan mengamankan terduga pelaku. Menghindari amukan masyarakat desa setempat yang kabarnya geram dengan perilaku bejat terduga. Terlebih Kapolres sangat mengantensi kasus tersebut.

“Karena ini berkaitan dengan anak dan pimpinan kami sangat mengatensinya,” tegasnya.

Terkait dengan korban, Dharma mengatakan, pihaknya sedang berkoordinasi untuk melakukan pendampingan trauma terhadap lima korban. Pendalaman kasus pencabulan juga terus dilakukan pihak kepolisian. Karena tidak menutup kemungkinan masih banyak korban yang belum melaporkan. Pihaknya pun mempersilahkan jika ada korban lainnya melapor melalui layanan pengaduan Polres Lobar.

Pelaku yang kini masih dalam pengamanan Polres Lobar itu disangkakan pasal berlapis Undang-undang Perlindungan anak. Ancaman penjara lima tahun sampai maksimal 15 tahun ditambah sepertiga hukuman lantaran merupakan pendidik menghantui masa pensiun ASN Lobar itu.

“Karena di Pasal 82 Ayat (2) Undang-undang Pelindungan anak, di sana karena yang bersangkutan seorang guru tenaga pendidik jelas dari hukuman ditambah sepertiga masa tahanan,” pungkasnya.(win)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 545

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *