Ngeri, Kuburan Mahasiswi Unram Dibongkar

WhatsApp Image 2020 08 03 at 05.08.58

MATARAM – Anggota Satuan Reskrim Polresta Mataram dan Tim Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB membongkar kuburan mahasiswi Unram yang ditemukan tewas tergantung. Inisial, LNS 23 tahun warga Gomong Kota Mataram. Pembongkaran ini dilakukan untuk kebutuhan otopsi.

Pembongkaran kuburan LNS di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karang Medain, Kota Mataram, Senin kemarin.  Otopsi dimulai sekitar pukul 09.40 wita. Areal kubur LNS dikelilingi kain putih. Garis polisi juga terpasang agar warga tidak mendekat, di sekitar TPU.

Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa menjelaskan, otopsi dilakukan atas permintaan dari keluarga korban. “Setelah menerima surat permintaan otopsi pekan lalu. Itu kita teruskan ke Biddokkes Polda NTB. Hari ini kita otopsi,’’ ungkap AKP Kadek Adi Budi Astawa.

Kadek menepis anggapan kepolisian lamban melakukan otopsi sejak LNS ditemukan meninggal gantung diri, Sabtu (25/07/2020) di Jalan Arofah, BTN Royal Kecamatan Sekarbela.

 “Tapi keluarga waktu itu tidak mau. Karena otopsi itu bisa menentukan penyebab kematiannya. Karena seluruh organ tubuhnya diperiksa. Keluarga korban waktu itu tidak mau dan dibuat surat pernyataan,’’ tegasnya.

Selanjutnya, keluarga korban mencabut pernyataan penolakan otopsi. Keluarga pun melayangkan permohonan untuk dilakukan otopsi. “Mereka mencabut penolakan dan menginginkan otopsi. Permintaan itu kita terima dan diteruskan ke Biddokes Polda NTB,” ceritanya.

Selanjutnya, otopsi pun dilakukan petugas dengan membongkar kubur LNS, petugas kini menunggu hasil otopsi yang dilakukan oleh dokter forensik. Jika nantinya ada kejanggalan penyebab kematian LNS selain bunuh diri. Polisi mengaku siap untuk menindaklanjutinya.

“Kita selidiki tergantung hasil otopsinya,’’ tegas Kadek.

Sementara itu, keluarga almarhum melalui tim kuasa hukumnya menyampaikan banyak terimakasih telah dilakukan otopsi. Pihak keluarga tentu mendukung dokter forensik secara profesional menyimpulkan hasil otopsi berdasarkan fakta kondisi fisik jenazah korban.

Pihaknya juga berharap selanjutnya bisa dilibatkan dalam gelar perkara karena sampai sekarang Polsek maupun Polresta Mataram belum pernah memberikan penjelasan secara formal perkembangan hasil penyelidikan kepada tim kuasa keluarga korban, baik di-BKBH FK Unram dan Montana Para LIBERI Untuk Keadilan.

“Juga kami masih memohon agar kasus ini segera dilimpahkan ke Polda NTB,” kata salah satu PH korban dari BKBH FK Unram, Yan Mangandar Putra.

Keluarga juga berharap kepada siapapun yang mengetahui atau bahkan terlibat dalam kasus kematian korban agar menunjukkan iktikad baik dari siapapun untuk segera menyerahkan diri kepada pihak kepolisian. Sebab itu akan menjadi pertimbangan keluarga korban agar nantinya dipersidangan dimintakan keringanan hukuman.(jho/rif)

1 Review

?s=96&d=mm&r=g
larisa
1

Game Asikk

Bosan di rumah karena pandemi covid-19 Keuangan anda berkurang karena di potong gaji Bola165 solusi untuk anda semua Buruan gabung bersama kami dan menangkan hadiahnya !!! Banyak promo menarik untuk anda semua Tunggu apa lagi buruan bermain dan menangkan hadiahnya Menjadi milyader bukan lagi sebuah mimpi guysss !!!!!!!

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Belum Jelas Musda Golkar NTB, Tunda Lagi

Read Next

Gubernur bersama Deputi Bidang Pelayanan Kemenpan Gelar Monev Pendampingan Intensif Pengelolaan SIPPN

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *