Mori: Zul-Rohmi Harus Lebih Fokus

F. Mori Hanafi

JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA Mori Hanafi

MATARAM – Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalillah sudah masuk tiga tahun. Hasil evaluasi DPRD NTB dua doctor ini diminta lebih focus mengajar target NTB Gemilang sesuai yang tercantum dalam RPJMD Pemprov NTB.

Wakil Ketua DPRD NTB, Mori Hanafi menuturkan, dalam kondisi serba terbatas dapat dibayangkan sejak 2018 lalu NTB masih berduka akibat bencan gempa, selanjutnya di tahun 2020 hingga saat ini ditimpa pandemi Covid-19. Hal tersebut sangat berdampak kepada kondisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) setiap tahunnya. Kondisi itu disebutnya masa-masa yang sangat sulit. Sehingga sangat berdampak berat dalam mengelola anggaran daerah.

“Apabila dalam (kondisi) keterbatasan maka harus fokus on target,” katanya.

Zul-Rohmi akan memimpin NTB hingga 17 September 2023. Masih ada sisa satu tahun lagi memimpin NTB yang efektif. Pasalnya, satu tahun yaitu 2023 akan disibukkan dengan agenda egenda politik sebagai persiapan menyambut Pilgub 2024. Terlebih Zul – Rohmi dikabarkan akan kembali memimpin NTB jilid II.

Menurut Politisi Gerindra itu, lembaga DPRD NTB berkeyakinan Zul Rohmi bisa mencapai target sesuai RPJMD manakala tahun 2022 kasus Covid-19 menurun sehingga pandemi bisa berakhir. Sebaliknya kondisi yang sama akan dialaminya jika Covid makin menjadi jadi.
“Kondisi tentu sangat berat,” kata ketua PSSI NTB itu.

Tidak bisa dipungkiri dampak covid sangat memberatkan APBD. Bahkan diperkirakan tahun ini alokasi untuk penanganan Covid tembus Rp 300 miliar. “Untuk vaksin, penangan lainnya untuk Covid,” katanya.

Jika tahun ini sesuai dengan yang ditargetkan yaitu percepatan vaksinasi tercapai maka akan menyebabkan peningkatan imun. Sehingga ekonomi bisa bergerak normal pendapatan daerah bisa naek dan APBD bisa meningkat.
“Kalau 2022 pandemi masih ganas iya berat. Karena ada pembatasan kegiatan berimbas pada PAD. Kegiatan ekonomi terbatas, daya beli masyarkat turun. PAD daerah ujung ujungnya tidak capai terget,” paparnya.

Meski pada November tahun ini akan berlangsung Word Super Bike (WSB) dari 16 negara namun mengingat dalam kondisi Covid perputaran ekonomi tidak bisa diharapkan banyak. Mori menjelaskan, jika pelaksanaan WSB dalam kondisi normal diperhitungkan perputaran ekonomi mencapai Rp 2 Triliun. Hal itu dilihat dari tingkat menginap di hotel, belanja souvenir, makan, transportasi dan sebagainya. Sebab WSB ini penontonnya tidak hanya sekala nasional melainkan internasional.

“Bayangkan saja Super Bike ini kalau kondisi normal dua minggu sebelum hari pelaksanaan udah bergeliat ramai. Hotel Fullman udah siap 200 kamar dan harusnya sudah dibooking,” jelasnya.

Hitungannya harga kamar satu malam Rp 1,5 juta dikalikan 14 hari dikalikan 200 kamar maka perputaran uang bisa diangka Rp 300 juta. Namun karena pandemi tentu tidak bisa diharapkan sesuai hitungan.

“Pelaksanaan MotoGP jika kondisi normal perputaran uang bisa sampai Rp 10 Triliun,” tegasnya.
Oleh karenanya disisa jabatan satu tahun kedepan, Zul Rohmi disarankan lebih fokus. “Makanya dengan kondisi keterbatasan ini harus focus,” tegasnya.(jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Ratusan Warga di Desa Arjangka Tidak Dapat Bantuan RTG

Read Next

Pelabuhan Lembar – Gili Mas jadi Pintu Masuk WSBK

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *