Minta Pelaku Dihukum Berat

F Kuburan

KHOTIMAH/RADARMANDALIKA.ID BERDOA: Kadus Selao saat berdoa di depan kuburan MA di Dusun Selao, Desa Kateng, Kecamatan Praya Barat, Jumat lalu.

PRAYA – Keluarga korban pembunuhan dalam kondisi hamil di Desa Pengembur, Kecamatan Pujut angkat bicara. Pihak kelurga korban inisial MA, 30 tahun di Desa Kateng, Kecamatan Praya Barat meminta kepada aparat penegak hukum agar memberikan hukuman kepada pelaku inisial FA, seberat-beratnya. Pasalnya, FA membunuh MA dengan cara sadis.

Adik almarhumah MA, Bq Lisalatul Islami menceritakan sosok sang kakak, katanya MA tidak pernah ada keluhan dan permasalahan dengan keluarga dan masyarakat sekitar. MA merupakan orang yang baik, MA sebelumnya pernah berkumpul dengan keluarga di rumah orang tuanya di Dusun Selao, Desa Kateng. Adik curiga melihat kondisi sang kakak, MA terlihat semakin kurus, pucat, dan sering murung.

“Malam Jumat 3 Agustus 2020 semenjak hilang nomor, almarhum sering mengirim pesan singkat, namun kami tidak percaya karena bahasa SMS yang dia gunakan bukan bahasa yang digunakan dia,” ungkapnya kepada media, Jumat lalu.

“Saya sudah di Bali, jangan pikirkan saya, saya sudah pergi jauh bersama FA supaya tidak menjadi aib, saya sudah menerim semuanya,” sambung ceritanya saat membacakan SMS yang ia baca.

Sekarang, keluarga hanya ingin pelaku mendapatkan hukuman seberat-beratnya, seperti apa yang dilakukan pelaku terhadap kakaknya.

Diceritakan juga, almarhumah memiliki 3 orang anak yakni anak pertama laki-laki kelas 6 SD, kemudian yang kedua perempuan kelas 3 SD, dan paling kecil perempuan kelas 1 SD. Dimana almarhumah menikah dua kali, yang pertama mendapat 3 orang anak. Dan dipernikahan kedua saat ini belum dikaruniai anak sejak 2 tahun menikah. Selain itu, korban juga merupakan anak paling besar dari enam bersaudara.

Sementara, Kades Kateng, L Syarifudin mengatakan, pihaknya awal ikut mengawal kasus ini dan mendapat informasi awal dari keluarga suami almarhumah dibawa oleh tersangka FN, pelaku bercerita bahwa almarhum ini pergi dengan laki lain di pertamina depan bandara, namun setelah dikroscek melalui cctv tidak ada.

Kemudian pelaku mengamankann diri ke Polres Lombok Tengah, sehingga waktu itu pihak desa dan kepolisian melakukan pendalaman dan pengecekan dengan berbagai upaya namun semuanya nihil.

Seiring hilangnya kabar tentang korban ini, SMS terus berdatangan dimana menyatakan kabarnya baik-baik saja  dan tidak perlu dikhawatirkan.

 “Tapi kami curiga dengan SMS tersebut, ” kata kades.

Sehingga waktu itu sempat antar pemdes Kateng dan Pengembur membuat surat pernyataan menjamin keamanan terhadap pelaku, berdasarkan hasil rapat, dan musyawarah dengan tokoh di kedua desa. “Kami kaget ketika dinihari mendapat kabar bahwa korban telah ditemukan tidak bernyawa dan terkubur di sebuah pondasi rumah oleh pihak kepolisian,” katanya.

Sementara, orang tua korban MA, H Mustofa mengaku sedih atas musibah yang menimpa anaknya. “Saya berharap supaya tersangka bisa dihukum dengan seadil-adilnya,” harapnya.(tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Warga Mbawi di Dompu Gempar

Read Next

Lobar, Longsor Empat Rumah Rusak

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *