Mayat Telanjang Ditemukan Mengapung di Sungai

WhatsApp Image 2020 10 14 at 11.44.44 PM

LOTIM – Warga Dusun Selimur Desa Kesik Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur (Lotim), kemarin dihebohkan dengan penemuan mayat dalam kondisi sudah mengapung di sungai dusun setempat. Diketahui mayat yang sudah berusia 70 tahun itu, bernama Mani alias Amaq Canun, warga Dusun Lelong Desa Kesik Kecamatan Masbagik. Ia ditemukan warga dalam kondisi mengapung tak bernyawa, sekitar pukul 10.00 Wita, kemarin.

Kronologi penemuan mayat Amaq Canun, ketika itu Anwar, warga Dusun Sungkit Desa Kesik, sekitar pukul 10.00 Wita, datang ke sungai yang menjadi lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) tersebut untuk buang air besar. Ketika hendak turun, ia kaget melihat tubuh Amaq Canun dalam posisi terlentang dengan posisi kepala menghadap arah timur.

Tubuh korban tanpa menggunakan baju dan bagian muka tertutup menggunakan kain. Karena takut, Anwar yang pertama kali menemukan kakek tersebut, tidak berani mendekat untuk melihat lebih jelas mayat korban. Ia menduga mayat yang ditemukan itu, merupakan orang yang mengalami sakit gangguan jiwa.

Secara spontan, saksi langsung memberitahukan warga dan Kepala Wilayah (Kawil) Lelong.  Kawil Lelong ini pun, langsung menginformasikan pada Polsek Masbagik, atas temuan mayat yang dalam kondisi telanjang tersebut.

Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui Amaq Canun merupakan pembantu pekasih di desa setempat. Tim Identifikasi Polres Lotim, juga turun melakukan olah TKP. Mayat tersebut, langsung dievakuasi ke Puskesmas Lendang Nangka Kecamatan Masbagik, untuk dilakukan visum. Sejumlah saksi yang mengetahui kejadian, juga diminta keterangan.

Kapolres Lotim, melalui Kasubbag Humas, IPTU Lalu Jaharudin, mengatakan, belum diketahui dugaan sementara penyebab meninggalnya Mani alias Amaq Canun. Apakah korban meninggal karena dibunuh atau lainnya, belum bisa dipastikan. Sejumlah barang bukti, seperti kain dan lainnya telah diamankan dari TKP.

“Mayat korban sudah dibawa ke Rumah sakit Bhayangkara, untuk dilakukan otopsi,” tegasnya.

Ia menyebutkan, proses lebih jauh berupa otopsi dilakukan terhadap jenazah Amaq Canun, untuk mencari alat bukti dan fakta, apakah terdapat indikasi tindakan kekerasan menimpa korban sehingga menyebabkan kehilangan nyawa atau tidak. “Seperti apa hasil otopsinya, kita tunggu hasil pemeriksaan dari tim forensik rumah sakit Bhayangkara,” pungkasnya. (fa’i/r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

OKP Laporkan Airlangga ke Polda

Read Next

Pelaku Gadai TV dan HP Hasil Maling

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *