Mayat Berlumuran Darah Ditemukan di Dam Pandanduri

  • Bagikan
F EVAKUASI
IST / RADAR MANDALIKA EVAKUASI : Jasad Lalu Arya Anugraha, asal Desa Gelora Kecamatan Sikur Lotim, saat dievakuasi petugas dibantu warga di TKP, kemarin.

LOTIM – Warga lingkar Dam Pandan Duri Lombok Timur (Lotim) dibuat gempar, Kamis kemarin. Dimana, warga menemukan mayat tergeletak di jalur pintu air Dam Pandanduri dengan kedalaman belasan meter dari jalan dam. Mayat ini ditemukan sekitar pukul 17.00 wita dengan kondisi penuh darah.

Mayat laki-laki yang mengenakan baju kaos hitam dan celana panjang warna coklat muda itu diketahui bernama Lalu Arya Anugraha, 31 tahun asal Desa Gelora Kecamatan Sikur, Lotim. Warga yang melihatnya dari atas dalam posisi tergeletak di atas beton pintu air langsung menghubungi petugas. Bahkan, memviralkannya melalui berbagai platform media sosial (medsos). Kapolsek Sakra bersama jajarannya langsung datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Demikian juga petugas Puskesmas Sakra, langsung ke TKP untuk melakukan evakuasi.

Saat proses evakuasi jenazah, petugas dari Polsek dan Puskesmas Sakra dibantu warga setempat. Begitu berhasil dievakuasi, langsung dibawa ke Puskesmas Sakra untuk dilakukan observasi. Setelah selesai observasi dilakukan pihak dokter, jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selong.
Di sekitar TKP diamankan barang bukti motor Honda Scoopy warna merah, dengan Nomor Polisi (Nopol) DR 3419 YA. Motor tersebut milik korban, dan di dalam bagasi motor ditemukan selembar Kartu Keluarga (KK).

Kapolres Lotim, melalui Kepala Seksi (Kasi) Humas, IPTU Nicolas Oesman saat dikonfirmasi via ponselnya membenarkan penemuan mayat yang membuat warga heboh tersebut. Kronologi pasti kejadian itu belum diterimanya. Namun dugaan sementara, korban terjatuh dari atas mengakibatkan korban meninggal dunia.
“Kasusnya masih didalami. Korban (kemarin malam, red), masih berada di ruang jenazah RSUD Selong,” katanya.
Dalam kasus ini, polisi ditegaskannya akan tetap melakukan penanganan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada. Hal itu, guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan bersama, semisal ketidakpuasan dan sebagainya.
“Yang jelas kasus ini masih dalam proses pendalaman,” tegasnya. (fa’i)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *