Mahasiswi Unram yang Tewas Tergantung dalam Kondisi Hamil Muda

pppp scaled

Pihak kepolisian saat menunjukkan barang bukti dan pelaku pembunuh mahasiswi Unram, Jumat kemarin.

MATARAM – Satreskrim Polresta Mataram berhasil mengungkap kasus pembunuhan LNS, 23 tahun yang ditemukan tergantung di Jalan Arofah II, BTN Royal, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Kasus ini menjadi pusat perhatian warga.

Kasus itu pun berhasil diungkap kepolisian setelah melakukan rangkaian proses penyelidikan dan penyidikan. Kasus tersebut kini terungkap sudah. LNS diduga dibunuh  oleh kekasihnya sendiri berinisial RPN, 22 tahun alias Rio. Sebelumnya, korban pertama kali ditemukan tergantung dan sudah tidak bernyawa pada Sabtu (25/7) sekitar pukul 16.30 Wita.  

Kasus ini terungkap tak lepas dari kerja keras penyidik kepolisian. Penyelidikan dilakukan tim gabungan Polresta Mataram, Polsek Ampenan dan Polda NTB. Tak kurang 23 orang saksi yang sudah diperiksa penyidik. Kemudian juga meneruskan permintaan keluarga korban dengan melakukan otopsi. Kemudian, petugas dan tim forensik membongkar kuburan LNS di TPU Karang Medain, Kota Mataram, Senin (3/8).

Dari keterangan saksi dan ditambah dengan sejumlah alat bukti yang didapatkan, petugas mengendus kematian Linda bukan karena gantung diri. Melainkan karena dibunuh. Dengan mengantongi bukti permulaan yang cukup. Lalu diteruskan dengan hasil gelar perkara. RPN ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan LNS.

“Ini kasus pembunuhan. Tersangkanya RPN alias Rio,” ungkap Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto, yabg didampingi Kapolresta Mataram, Kombes Pol Guntur Herditrianto, saat jumpa pers pengungkapan kasus pembuhan tersebut di Mapolresta Mataram, Jumat (14/8).  

Kronologisnya, pelaku bertemu korban di BTN Royal pada hari Kamis (23/7) sekitar pukul 17.00 Wita. Keduanya sempat berbicara panjang lebar. Riak perselisihan mulai timbul setelah pelaku meminta izin untuk pergi ke Bali selama dua hari. Tapi tidak diizinkan oleh korban. Seketika terjadi adu mulut antara keduanya. Korban sempat mengancam hendak bunuh diri menggunakan sebilah pisau. Korban juga mengancam akan memberi tahu orang tua pelaku jika dirinya dalam keadaan hamil. Upaya tersebut dapat dicegah pelaku dengan menenangkan korban.

“Awalnya ada cekcok antara tersangka dan korban,” beber Artanto.

Cekcok pun kembali terjadi setelah orang tua pelaku menelpon. Pelaku diminta pulang ke Janapria, Lombok Tengah. Orang tua pelaku menelpon sebanyak tiga kali. Tiga kali juga pelaku meminta izin kepada korban untuk pulang ke Janapria. Karena tetap tidak diizinkan oleh korban. Pelaku menjadi kesal dan capek ketika korban mengancam dengan anak panah. Sambil berkata jangan macam-macam.

Pelaku kemudian mencekik leher korban menggunakan tangannya. Rio terus mencekik sampai korban jatuh ke karpet di rumah tersebut. Pelaku tetap mencekik leher korban sampai tidak sadarkan diri. Tubuh perempuan yang baru lulus seleksi program pasca sarjana Fakultas Hukum Unram itu tidak bergerak lagi.

“Kejadian itu Hari Kamis (23/7) sekitar pukul 19.30 Wita,” ungkap dia.

Beberapa saat, pelaku termenung memandangi tubuh kekasihnya yang sudah tidak bergerak. Lalu timbul niat pelaku untuk menghilangkan jejak. Pelaku keluar dari jendela rumah dan pergi ke daerah Jempong untuk membeli tali. Tapi tali baru didapat di sekitar Kekalik. Setelah itu, pelaku kembali ke rumah. Dia bergegas mengambil kursi makan yang ada di ruang makan. Pelaku lalu naik ke kursi untuk menjebol lubang angin tembok dapur.

Setelah itu, Rio membuat simpul tali dengan ukuran bisa memasukkan kepala korban. Korban lalu diangkat dan dibawa ke lantai dekat pintu tempat pelaku menggantungkan tali. Upaya tersebut beberapa kali gagal.

Pelaku lalu menarik sofa di depan TV. Setelah itu, tersangka memegang bagian perut korban dengan tangan kiri. Sedangkan tangan kanannya menarik tali yang dilepas ikatannya. Setelahnya, pelaku mengikat tali dan memegang bagian perut korban. Sempurna sudah korban dalam posisi tergantung dan tersangka melepaskan pegangan tangannya.

Begitu korban sudah tergantung. Pelaku mengambil baju untuk mengelap keringat yang masih menempel di tubuh korban. “Dia sempat membersihkan keringatnya yang menempel di tubuh korban,” papar Artanto.

Setelah itu, pelaku berkemas dan pulang ke Lombok Tengah menggunakan sepeda motor. Di sekitar Jalan Lingkar, pelaku berhenti untuk membuang sisa tali dan baju yang digunakan mengelap keringat ditubuh korban. Pelaku sampai ke rumahnya di Janapria pada Jumat (24/7) sekitar pukul 00.00 Wita.

“Itu kronologis pengungkapan kasus ini dengan tersangka Rio,” tutup da.

Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa menjawab pertanyaan tentang bercak darah yang keluar dari jasad korban. Bercak darah dari jasad korban masih menunggu jadwal pemeriksaan dari dokter forensik. Sementara tentang penyebab cekcok korban dengan pelaku masih didalami petugas.

“Kita masih menjadwalkan pemeriksaan lanjutan. Jika ada  fakta  yang mendalam. Kami akan kembali melaksanakan gelar perkara,” ungkap Kadek.

Dalam mengungkap kasus ini. Selain memeriksa sekitar 23 saksi. Satreskrim Polresta Mataram juga setidaknya mengamankan puluhan barang bukti. Mulai dari sepeda motor pelaku, tali bahan nilon. Kemudian, cincin bertuliskan Rio, tali warna orange, pisau dapur, dan diary kecil. Serta dua lembar tiket pesawat atas nama Rio, satu  buah tas selempang, satu bendel hasil rapid tes atas nama Rio, dan satu buah tas selempang milik korban.

Akibat perbuatannya, Rio terancam dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan Sub Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (hms/zak/cr-uta)

2 Reviews

?s=96&d=mm&r=g
felisa
1

GAME ASIK

Bosan di rumah karena pandemi covid-19 Keuangan anda berkurang karena di potong gaji TotoKL86 solusi untuk anda semua Buruan gabung bersama kami dan menangkan hadiahnya !!! Banyak promo menarik untuk anda semua Tunggu apa lagi buruan bermain dan menangkan hadiahnya Menjadi milyader bukan lagi sebuah mimpi guysss !!!!!!!

?s=96&d=mm&r=g
sasaputri
1

GAME BAGUS

Bosan di rumah karena pandemi covid-19 Keuangan anda berkurang karena di potong gaji Bola165 solusi untuk anda semua Buruan gabung bersama kami dan menangkan hadiahnya !!! Banyak promo menarik untuk anda semua Tunggu apa lagi buruan bermain dan menangkan hadiahnya Menjadi milyader bukan lagi sebuah mimpi guysss !!!!!

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Ketua PBNW Minta Jamaah Dukung Paket HARUM di Mataram

Read Next

Sertifikat CHSE, Garansi Kesiapan Operasional Usaha Pariwisata di Masa Pandemi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *