Mahasiswi Unram Ditemukan Gantung Diri ?

F Ilustrasi gantung diri

MATARAM – Mahasiswi Universitas Negeri Mataram (Unram), Linda Novitasari, 23 tahun ditemukan tewas tergantung di sebuah rumah di BTN Royal Mataram Lingkungan Angsor, Jempong Baru, Sekarbela, Kota Mataram. Perempuan itu dikabarkan baru kemarin lulus ujian masuk jenjang magister hukum di Unram. Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah seorang polisi, IPTU Heri Arjunato.

Berdasarkan informasi yang berkembangan dan Radar Mandalika peroleh. Pihak kepolisian pada Sabtu (25 /07) pukul 16.30 wita mendatangi penemuan mayat gantung diri yang bertempat di jalan Aropah nomor 2 BTN Royal Lingkungan Angsor, Jempong Baru Sekarbela kota Mataram.

Korban beragama Islam dengan Alamat lingkungan Gomong , Kelurahan Gomong, Selaparang kota Mataram . Adapaun Saksi dalam kejadian itu, Titi Nuraniah, 22 tahun teman korban yang juga mahasiswi beralamat jalan Sinopsis 5 lingkungan Karang Bata Kelurahan Abian Tubuh Baru  Kecamatah Sandubaya, Mataram.

Dalam laporan kepolisian yang beredar luas, tertanda Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa. Dimana kronologisnya awal saksi mencari korban di kosnya di Gomong karena beberpa hari tidak pernah ketemu. Kemudian saksi pergi mencarinya ke tempat biasanya saksi berkumpul yaitu di rumah temannya jalan Aropah nomor 2 BTN Royal Lingkungan Angsor, Jempong Baru Sekarbela kota Mataram. Setelah sampai di TKP saksi melihat sepeda motor milik korban terparkir sehingga saksi mengecek keberadaan korban di dalam rumah selanjutnya masuk ke dalam rumah dan melihat korban dalam keadaan tergantung di ventelasi dengan tali warna orange dengan lidah posisi keluar.

 Menurut keterangan saksi,  bahwa korban ada permasalahan dari pihak keluarga satu bulan yang lalu sehingga korban ngekos di Jalan Irigasi 4 lingkungan seruni Kelurahan Kelalik Jaya Ampenan.  

Masih dalam laporan tersebut, tindakan yang dilakukan mendatangi TKP, melakukan olah TKP awal dan mengintrogasi saksi-saksi.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa yang dikonfirmasi membantah laproan kepolisian tersebut. Dirinya menegaskan, bahwa laporan idak ada dibuat.

“Aku nggak pernah buat laporan itu, kok ada nama Kasat Reskrim di bawahnya ?,” tegasnya saat dikonfirmasi media di Mataram.

Kadek Adi justru menanyakan kepada media, laproan tersebut didapatkan darimana. Terkait kejadian itu, dia malah meminta media menanyakan kepada sumber informasi tersebut.

“Dapat laporan ini dari mana ya? Siapa yang kirim ? Tanyakan yang bersangkutan dapat laporan itu dari mana ?,” tegasnya.

“Nggak pernah buat laporan kepolisian,” katanya lagi.

Sementara itu, Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Fakultas Hukum Unram berjanji akan mengawal kasus ini. Pihaknya menduga korban tidak gantung diri melainkan ada pihak lain yang juga berperan di balik kejadian tersebut. Pihaknya sudah mendapatkan informasi awal bahwa diketemukan sejumlah luka lebam/lecet di  beberapa bagian tubuh korban, sehingga ada dugaan penganiayaan.

Insha Allah akan kita kawal. Dugaan sementara kami mengarah kesana (penganiayaan),” ungkap Direktur BKBH FH Unram, Joko Jumadi saat dihubungi.

Joko mengatakan, Linda merupakan mahasiswi Fakultas Hukum. Dia sudah lulus dan baru dinyatakan lulus masuk program magister ilmu hukum.

BKBH FH Unram Unram mendorong agar Polresta Mataram dapat bekerja profesional sesuai dengan fakta dan alat bukti di lapangan. Awlanya melalui BEM FH Unram pihaknya membujuk agar keluarga korban mau melakukan otopsi. Awalnya mereka bersedia asal sebelum pemakaman mengingat waktu mepet sehingga mereka merasakan kesulitan berkoordinasi.

“Saya minta kalau bisa malam tapi mereka bersikukuh harus dimakamkan setelah Ashar, sehingga akhirnya autopsi tidak bisa dilakukan dan jenazah dimakamkan setelah Ashar tadi (kemarin sore),” jelasnya.

Disinggung langkah selanjutnya, Joko akan menunggu hasil gelar perkara dalam kejadian tersebut.”Untuk sementara kami tunggu hasil gelar perkara,” katanya. (jho)

4 Reviews

?s=96&d=mm&r=g
Anon
1

Review

Apakah sang jurnalis tidak belajar mengenai kode etik?

?s=96&d=mm&r=g
sasaputri
1

Game Asikkk

Ayoooooo !!! Yang jauh mendekat, Yang dekat merapat guyss Bingung memilih situs Judi Online Terbaik & Terlengkap Gabung aja guys besama kami di QQHarian Banyak promo menarik untuk anda semua Tunggu apa lagi buruan bermain dan menangkan hadiahnya Menjadi milyader bukan lagi sebuah mimpi guysss !!!!!!!

?s=96&d=mm&r=g
anonymous
4

KAWAL TERUS KASUS INI

TOLONG UNTUK BENER BENER DIKAWAL, KITA GATAU KENYATAAN YG SEBENERNYA

?s=96&d=mm&r=g
Anon
1

Review

Apakah sang jurnalis tidak belajar mengenai kode etik?

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Reaktif, Anggota DPRD NTB Batal Kunker

Read Next

Sekolah Tak Mampu Beli Kuota Internet

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *