Mahasiswa Berikan Bonus Keranda Mayat

F Demo Mataram

ARIF/RADARMANDALIKA.ID BONUS: Mahasiswa saat menaruhkan keranda mayat, kemarin.

MATARAM – Setelah disahkannya UU Omnibus Law oleh presiden Indonesia Senin 2 November 2020. Para buruh, mahasiswa dan aktivis belum menerima.

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Wilayah Bali-Nusra daerah Lombok, Irwan mengangkat hastag HariBerkabung RakyatIndonesia dengan melangsungkan aksi di perempatan Islamic Center,  Rabu kemarin.

Masa aksi datang menghadiahi pemerintah dan DPR dengan keranda mayat dan karangan bunga yang tertulis, duka cita atas hilangnya hati nurani presiden yang telah mengesahkan undang-undang omnibus law.

Irwan mengatakan bahwa aksi yang dilakukan ini lebih mengarah ke mengutuk tindakan presiden. “Presiden menandatangani UU yang menuai penolakan, dan lebih parah lagi pemerintah tetap menggunakan muka aslinya yaitu bekerja dimalam hari pada saat orang istirahat,” sebutnya.

Sementara, Dian Pertiwi mengatakan bahwa gubernur hanya memperlihatkan senyum di depan massa aksi.”Gubernur NTB dengan senyum manisnya mengantarkan surat pernyataan ke presiden, itu apa maksudnya. Itu tidak ada apa-apanya, omong kosong DPRD dan gubernur,” tegasnya.

Massa akasi disambut Sekwan DPRD NTB, H Mahdi dan kemudian diberikan keranda mayat yang ditaburi bunga rampai, foto Jokowi dengan mata bolong yang menandakan tidak mau melihat kondisi rakyatnya dan yang lebih parah lagi tidak membaca apa yang telah dia tandatangani.(rif)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

UMP NTB Tidak Naik

Read Next

Pihak Istana Cek Persiapan MotoGP 2021

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *