IST / RADAR MANDALIKA EVAKUASI : Jenazah Tohri saat dievakuasi tim gabungan setelah proses pencarian selama lima hari.

LOTIM – Tohri, 45 tahun asal Dusun Sandongan, Desa Dara Kunci Kecamatan Sambelia Lombok Timur (Lotim) dinyatakan hilang, (5/10) lalu. Korban hilang saat berburu madu liar di tengah hutan Bunut Ngengkang Desa Dara Kunci. Setelah tim gabungan dibantu masyarakat melakukan pencarian, akhirnya korban ditemukan tak bernyawa di dalam hutan sekitar pukul 11.00 Wita, kemarin. 

Awalnya sekitar pukul 08.00 Wita, korban masuk ke dalam hutan untuk mencari madu liar. Sejak kepergiannya hingga keesokan harinya korban tidak ada pulang ke rumahnya. Hingga membuat Baiq Hariani, istri korban cemas dan langsung pergi ke rumah Amaq Juli, yang merupakan saudaranya di Dusun Sandongan Bat. Kedatangannya itu menanyakan keberadaan korban apakah pulang ke rumah tersebut atau tidak. Tapi Amaq Juli menjawab, korban tidak ada pulang ke rumahnya. 

Mengetahui korban tidak ada pulang, Amaq Juli pada hari itu juga mengajak beberapa warga Sandongan untuk mencari korban ke dalam hutan. Akan tetapi hingga menjelang magrib, Amaq Juli bersama beberapa warga tersebut tidak menemukan korban. Sekembali dari hutan, mereka langsung memberitahukan Ketua Kampung Siaga Bencana Desa Dara Kunci Kecamatan Sambelia.

Ketua kampung siaga bencana yang menerima informasi tersebut langsung diteruskan dan meminta bantuan ke Pemerintah Desa (Pemdes), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Tim SAR untuk melakukan pencarian. Jumat (7/10) lalu pencarian mulai dilakukan tim gabungan. 

Kemarin, merupakan hari ketiga tim gabungan melakukan pencarian. Sekitar pukul 11.00 Wita, tim gabungan yang melakukan penyisiran hutan Bunut Ngengkang Dusun Sandongan Bat, berhasil menemukan korban yang sudah terbujur kaku dan tidak bernyawa. Korban ditemukan dalam kondisi sudah mulai membengkak dan kaku, terlentang menghadap atas di bawah rerimbunan pepohonan kecil. 

Saat ditemukan tim gabungan, korban masih mengenakan pakaian. Di pinggangnya masih terlilit sarung pisau, dan di dekatnya terdapat jerigen yang biasa digunakan menampung madu hasil tangkapan. Korban langsung dievakuasi menggunakan kantong mayat yang dibawa Tim SAR Lotim. Jenazah korban dibawa ke Puskesmas Belanting untuk dilakukan pemeriksaan luar. Usai pemeriksaan, jenazah korban dibawa pulang ke rumah duka untuk dimakamkan. 

Kapolres Lotim melalui PS Kepala Seksi (Kasi) Humas, IPTU Nicolas Oesman menjelaskan, pihak keluarga tidak merasa keberatan dengan kematian korban. Keluarga menganggap itu sebagai musibah. 

“Jenazah korban sudah diserahterimakan, untuk dimakamkan,” pungkasnya. (fa’i/r3)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 295

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *