PRAYA – Beberapa pohon pisang menghiasi tengah jalan yang menghubungkan dua dusun di Desa Dasan Baru, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah (Lotebg), Jumat (15/9/2023) pagi. Pohon-pohon pisang itu sengaja ditanam oleh warga setempat karena geram jalan rusak tak kunjung diperbaiki.

Aksi tanam pohon tersebut sebagai  bentuk protes. Warga terpaksa menanam pohon di tengah jalan karena belum ada respon dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Loteng termasuk legislatif untuk melakukan perbaikan jalan yang rusak tersebut.

Pemkab Loteng rupanya menutup mata terhadap jalan yang rusak tersebut. Pasalnya sejak Loteng dipimpin pasangan Suhaili-Pathul hingga pasangan Pathul-Nursiah saat ini, masih juga tak kunjung diperbaiki. Masyarakat setempat hanya diberikan janji manis. Tanpa ada kejelasan dan kepastian kapan jalan yang rusak tersebut akan diperbaiki.

Koordinatir Aksi, Sulman mengatakan, aksi penanaman pohon pisang di jalan rusak tersebut adalah bentuk protes dari masyarakat yang sudah tidak bisa dibendung.

“Sikap menanam pohon pisang sepanjang jalan ini merupakan buntut kekesalan kami yang selalu dijanjikan perbaiki sejak tahun 2014 tidak ada realisasi, kemudian tahun 2018 juga dijanjikan namun lagi-lagi tidak ada sampai sekarang tidak ada,” kesalnya.

Infrastruktur jalan yang menghubungkan dua dusun yakni Dusun Retor Barat dengan Dusun Retor Timur Desa Dasan Baru itu merupakan akses utama warga setempat. Namun sampai saat ini Pemkab Loteng dinilai hanya mengumbar janji. Faktanya, jalan yang rusak belum dilakukan perbaikan.

“Kalau kemudian tidak ada jawaban kongkrit perbaikan dalam waktu dekat maka pemblokiran permanen dari masyarakat akan dilakukan kembali di aksi protes berikutnya. Dan, apakah pemerintah akan menunggu korban Jiwa baru akan melakukan perbaikan,” tandasnya.

Warga berharap Pemkab segera turun tangan dengan memperbaiki jalan penghubung antar dusun tersebut. Bila tidak, warga akan melakukan tindakan penutupan akses jalan.

Terpisah Kepala Desa Dasan Baru, M Zaenudin MN yang dikonfirmasi membenarkan aksi masyarakat tersebut. Dimana, penanaman pohon  pisang di jalan yang rusak tersebut merupakan aksi yang dimotori oleh masyarakat dari dua dusun yakni Retot Barat dan Retot Timur.

“Saya sempat dalamai dan turun lansung ke masyarakat, dan itu merupakan bentuk protes ke Pemda Loteng, yang dijanjikan perbaikan sejak tahun  2014 hingga sekarang tidak pernah terelasiasi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, meskipun tahun lalu telah dilakukan perbaikan jalan sepanjang 303 meter, namun masih ada sekitar 780 meter yang belum direalisasikan, dari panjang keseluruhan ruas jalan 1,2 km.

“Jalan ini juga akses petani, sekolah SD, majelis ta’lim setiap hari Rabu menggelar pengajian rutin tiap minggunya. Belum lagi akses menuju sekolah SMP dan SMA juga ada,” terangnya.

Sebagai kades, ia berharap tahun ini agar jalan yang rusak tersebut dapat diperbaiki. Hal itu menjadi keinginan masyarakat dan jalan tersebut setiap hari dilalui ratusan kepala keluarga (KK). Terlebih lagi jalan tersebut menghubungkan dua dusun. (tim)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 435

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *