Lansia Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi

F EVAKUASI

IST / RADAR MANDALIKA EVAKUASI : Tim Polsek Sikur dibantu warga, saat melakukan evakuasi mayat lansia 75 tahun dari dalam saluran irigasi, sabtu (20/2) lalu.

LOTIM – Seorang perempuan lansia 75 tahun, ditemukan sudah menjadi mayat disaluran irigasi Dusun Kebon Pancor Desa Sikur Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Identitas mayat tersebut, Inaq Srinatih, asal Dusun Wengkang Desa Loyok Kecamatan Sikur Lotim. Ia ditemukan hanyut tidak bernyawa, sekitar pukul 06.15 Wita, Sabtu (20/2) lalu.

Informasi diperoleh Radar Mandalika, kronologi penemuan mayat tersebut. Ketika itu seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yakni Salni 24 tahun dan Yusuf 55 tahun, asal Dusun Kebon Pancor Desa Sikur, menggendong anaknya di pekarangan milik Inaq Sahyun 50 tahun, asal Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Ketika itu tanpa sengaja, Salni menoleh ke saluran irigasi depan rumahnya. Disana, Salni melihat sosok mayat dalam posisi tengkurap di parit yang airnya mengalir deras. Temuannya itu, membuatnya terkejut dan langsung melaporkannya pada Bhabinkamtibmas desa setempat. Informasi itu langsung diteruskan pada Kapolsek Sikur, AKP Ery Armunanto.

Personel Polsek Sikur, langsung terjun melakukan olah TKP diback up tim identifikasi Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lotim, sekaligus mengevakuasi jenazah ke Puskesmas Sikur, guna dilakukan visum.

Unit reskrim Polsek Sikur, langsung melakukan penelusuran identutas dan asal korban, serta  meminta keterangan saksi di TKP dan meminta keterangan korban. Pengakuan keluarga, korban secara fisik mengalami cacat, yakni mata rabun dan kesulitan dalam berjalan sebab faktor usia.

Korban diketahui terbiasa setiap pagi sekitar pukul 05.00 Wita, mengambil air wudhu di aliran irigasi tersebut karena berada tidak jauh dari rumahnya. Diduga, korban terseret arus air irigasi saat mengambil air wudhu.

“Korban ini ditemukan sudah meninggal dunia, sekitar 1 km dari tempat korban mengambil air wudhu,” terang AKP Ery Armunanto, Kapolsek Sikur, kemarin.

Hasil identifikasi dan visum jenazah lanjutnya, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Kecuali sedikit luka akibat seretan air irigasi. “Karena dianggap kasus ini sebagai musibah, sehingga pihak keluarga menolak dilakukan otopsi jenazah,” pungkasnya. (fa’i/r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Pasien Covid-19 di Lotim Meninggal Dunia, Langsung Dimakamkan

Read Next

Menaker Pastikan LTSA Berikan Perlindungan TKI

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *