Korban Akan Lapor Hari Ini, Kapolres Lotim: Tidak Ada Penembakan

  • Bagikan
F penembakan
DIKI WAHYUDI/RADAR MANDALIKA DIRAWAT: Kuasa hukum korban, Muhammad Habib Al Qu saat melihat kondisi korban, Selasa kemarin.

LOTIM – Kuasa hukum korban, Muhammad Habib Al Qu menegaskan, hari ini (Kamis, red) pihaknya akan melaporkan kasus penembakan oleh oknum anggota polisi Polres Lombok Timur ke Polda NTB. Habib menyebutkan, ada kejanggalan saat dilakukan pembubaran massa yang diduga menyebabkan kliennya terluka di bagian kepala.

“Insya allah besok pagi kami mau ke polda. Awalnya kemarin kita mau lapor,” katanya kepada Radar Mandalika, kemarin.

Sementara, Kapolres Lombok Timur, AKBP Herman Suriyono mengklarifikasi kasus dugaan pembubaran massa di Dusun Marang, Desa Kotaraja, Kecamatan Sikur, Lombok Timur (Lotim), Senin malam (8/11) lalu. Dimana, pembubaran massa menggunakan peluru karet, mengakibatkan dua orang terluka di bagian paha dan kepala kanan (belakang telinga).

Kepada wartawan di kantornya, Kapolres menegaskan jika polisi hanya melakukan pembubaran massa saat mengevakuasi inisial HA, dengan melepaskan tembakan gas air mata.

Selain itu, kapolres membantah tembakan itu di Tempat Kejadian Perkara (TKP), proses evakuasi HM malam itu tidak ada melibatkan personel Brimob. Melainkan hanya menerjunkan personel Satuan Sabhara, dan satuan lainnya. Artinya, tidak ada penembakan dilakukan Brimob, seperti kabar yang berkembang disalah satu media online.

 “Jadi, tidak ada dan tidak benar ada penembakan menggunakan laras panjang dan peluru karet, apalagi mengarah pada massa. Personel hanya mengeluarkan tembakan gas air mata,” klit kapolres, Rabu kemarin. .

Dalam insiden yang terjadi di Dusun Marang Desa Kotaraja itu dawali persoalan seminggu sebelumnya. Dimana persoalan terjadi di tengah masyarakat Dusun Marang. Terdapat warga inisial HA, melalui media sosial (medsos), diduga menghina salah satu tokoh agama inisial TGH M. Tindakan HA itu lantas menimbulkan keresahan, dan membuat masyarakat melakukan tindakan seperti penghakiman terhadap HA.

Saat setelah ribut, HA datang ke Polsek Sikur untuk mengamankan diri, dan HA juga langsung digeser ke Polres Lotim. Setelah dilakukan pemeriksaan penyidik, HA diduga melakukan pelanggaran Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Selain itu, penyidik juga meminta keterangan sejumlah saksi.

Senin (8/11), semua tokoh dikumpulkan Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lotim guna melakukan pendekatan, untuk menyelesaikan masalah ITE secara musyawarah.

Malam insiden itu, HA dianter penyidik dengan maksud untuk meminta maaf pada TGH M, atas pesan yang dikirim pada anak TGH M. Sedangkan malam itu di tataran grassroot belum kelar dan masih ada provokasi. Sehingga malam tersebut terjadi kericuhan, dimana pemuda setempat ingin menghakimi HA. Melihat situasi saat itu, kepolisian langsung melakukan evakuasi HA di tengah massa yang cukup banyak. Sehingga polisi mengambil sikap tegas dan terukur, melakukan pembubaran massa untuk menyelamatkan HA. Saat pembubaran massa ada korban ditemukan Bhabinkamtibmas terluka.

 “Atas insiden itu, sudah dilakukan pemeriksaan oleh Paminal dan penyidik. Mengaku diri tertembak, padahal itu tidak ada dan tidak benar. Hanya melakukan penembakan gas air mata. Terkait korban saat ini di rumah sakit,” jawabnya dengan tegas.

Mantan Kapolres Sumbawa itu menambahkan, hasil penyelidikan luka itu akibat benda tumpul. Propam Polda dan Propam Polres Lotim sedang melakukan investigasi. Apakah ada kesalahan Standar Operasional dan Prosedur (SOP) dalam penanganan massa atau tidak.

 “Tidak ada niat untuk menyakiti masyarakat, karena malam itu hanya penyelamatan HA, dan antisipasi tindakan anarkis masyarakat. Jadi, korban hanya satu, bukan dua. Korban yang pahanya kena lecet saja. Kami sudah minta maaf pada pihak bersangkutan dan keluarga. Kalau ada kesalahan SOP, kita akan berikan punishment,” tutup Herman.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Lotim, IPTU Muhammad Fajri, S.Trk, menambahkan, hasil visum terdapat beberapa luka ditemukan di tubuh korban, yakni luka di kepala bagian belakang telinga, lecet di kedua tangan dan kaki. Hasil visum dan meminta keterangan dokter yang melakukan observasi, luka di bagian kepala bukan karena luka disebabkan peluru karet atau gas air mata, melainkan karena benda tumpul.

“Kami juga minta keterangan yang bersangkutan dan dampingi keluarga. Yang bersangkutan malam itu berupaya lari saat pembubaran massa, karena lari sebab mungkin mendengar ledakan gas air mata, dan saat berlari sandal terputus. Di sana dia tersungkur dan kena lemparan batu,” jelasnya.(fa’i/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *