PEMBUNUHAN: Jenazah korban pembunuhan yang dilakukan adiknya sendiri inisial AK saat dibawa ke Puskesmas Kediri 20 Februari 2023 lalu.(DOK/RADAR MANDALIKA)

LOBAR—AK pelaku pembacokan saudaranya sendiri di Kediri sudah ditahan di rutan Polres Lombok Barat (Lobar) selama dua pekan. Selepas pelaku ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan. Langkah penangkapan itu segera dilakukan Satrekrim Polres Lobar demi mencegah usaha melarikan diri pasca dinyatakan sehat oleh dokter atas operasi penyakit bawaannya.

Kasat Reksrim Polres Lobar, Iptu I Made Dharma YP membenarkan adanya indikasi kemungkinan hal itu. Sehingga pihaknya mengambil langkah cepat demi mencegahnya.

“Saat pengobatan kami tetap control, pada saat bersangkutan dirujuk ke rumah sakit untuk operasi tetap dikontrol juga oleh kami. Setelah dinyatakan sehat oleh tim dokter kami, pelaku yang kembali ke rumahnya langsung kami periksa dan ditahan di Rutan Polres,” beber Dharma yang dikonfirmasi, Rabu (29/3).

Dharma memastikan proses penyidikan terhadap kasus itu masih terus berjalan. Dari hasil pemeriksaan tersangka, motif pembunuhan itu karena dendam. Sebab seringnya terjadi pertengkaran antara dua bersaudara yang tinggal satu atap itu. Hingga puncaknya kejadian 20 Februari 2023 lalu, tersangka dan korban sempat cekcok sebelum akhirnya terjadi perkelahian yang berujung tersangka menusuk atau membacok korban hingga tewas di gang rumahnya.

“Penyidikan masih berjalan dalam waktu dekat kami akan mengirimkan berkas ke Kejaksaan (tahap I) untuk diteliti oleh Jaksa, terus kita akan menunggu hasil penelitian jaksa. Apabila ada kekurangan akan kami segera lengkapi,” terangnya.

Terkait dugaan barang bukti obeng yang digunakan untuk menusuk korban, Dharma mengatakan tersangka tak mengakui adanya alat bukti itu. Pihaknya hanya mengamankan sebilang kayu yang diduga dipergunakan tersangka memukul korban. Namun saat disinggung hasil visum jenazah korban apakah ada luka tusukan benda tajam, Dharma membenarkannya.

“Kita tidak bisa menerangkan karena itu yang bisa dokter, tetapi memang hasil visumnya terdapat luka tusukan,” ujarnya.

Adakah indikasi mengarah ke tersangka lain yang turut membantu pembunuhan? Dharma mengatakan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terkait kemungkinan itu. Sehingga apabila ada perkembangan akan segera ditindak lanjuti. Meski demikian Ia memastikan pasca penahanan tersangka itu tak ada gejolak yang terjadi di pihak keluarga korban dan tersangka.

“Kita tetap memantau supaya situasi kamtibmas dapat terjaga dengan baik,” ucapnya.

Kini tersangka dan barang bukti diamankan di Maporles Lobar dan berkas kasus itu segara akan dilimpahkan untuk tahap I ke Kejaksaan. Tersangka disangkakan Pasal 338 jo. 351 ayat (3) KUHP atas tindakan pembunuhan dengan ancaman penjara paling lama diatas 10 tahun penjara. (win)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 276

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *