PRAYA – Isu terkait kunjungan kerja (Kunker) para kepala desa ke luar negeri masih menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Bahkan informasi yang diterima Radar Mandalika, terdapat gabungan aliansi organisasi yang tengah mengirimkan surat ke Polres Lombok Tengah untuk menggelar aksi demonstrasi menolak kegiatan tersebut.

Namun demikian, isu Kunker ke luar negeri tersebut disangkal Ketua Forum Kepala Desa (FKD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Suasto Hadiputro Armin. Dia menegaskan jika pihaknya telah menggali informasi terkait isu tersebut. Di mana, tidak ada rencana Kunker dari kepala desa di Loteng ke luar negeri yakni ke Singapura.

“Tidak ada agenda ke luar negeri studi banding. Kecuali ada agenda pribadi, itu menggunakan uang sendiri, bukan dari uang desa,” ujarnya saat dikonfirmasi Radar Mandalika, belum lama ini.

Pihaknya menegaskan jika kepala desa melakukan kunjungan ke luar negeri boleh dilakukan, namun berkaitan dengan anggaran sebutnya dirogoh dari kantong pribadi kepala desa itu sendiri.

“Saya ketua FKD menyatakan dengan tegas kegiatan study banding Kades di Kecamatan Jonggat itu agendanya ke Batam. Ke Singapura sah- sah saja tetapi mengunakan uang sendiri,” tandasnya.

Pihaknya juga menegaskan jika pelaksanaan kunker yang dilakukan kepala desa di Kabupaten Lombok Tengah memiliki dasar hukum yang jelas, yakni Peraturan Bupati Lombok Tengah nomor: 4 tahun 2022 tentang pedoman perjalanan dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Dimana dalam aturan tersebut termuat pula rincian anggaran yang dapat dibiayai menggunakan anggaran desa mulai dari biaya tranportasi, uang harian, uang penginapan, dan biaya taksi.

Pihaknya tidak merinci jumlah anggaran SPPD dengan tujuan Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Namun besar nominal SPPD yang dianggarkan melalui DD desa dengan tujuan Yogyakarta yang dilakukan rombangan sejumlah Kades pada bulan lalu sebutnya sebesar Rp 8.379.000.

Kegiatan kunker ini menurutnya sangat penting bagi para kepala desa. Sebab kegiatan ini memiliki analogi yang sama seperti Kunker yang dilakukan anggota DPRD, yakni untuk mencari informasi positif terkait perkembangan dan kemajuan desa yang ada di daerah lain. Diimana melalui kegiatan tersebut para kades dapat belajar dan menimba ilmu tentang penggunaan anggaran yang efektif sehingga dengan anggaran yang sama desa lain bisa lebih maju.

“Ini ada aturannya, ini sangat penting, kita cari desa yang maju untuk mencari informasi, dengan anggaran yang sama tetapi mereka lebih maju kita cari ilmunya,” katanya.

Terpisah, Kades Pengenjek Kecamatan Jonggat, Haerudin yang dikonformasi membantah jika dirinya melakukan kunker ke Singapura. Melainkan saat ini sedang melakukan kunker di Kota Batam.

Begitu pun dengan Kades Jurang Jaler Kecamatan Praya Tengah, Mansur yang saat ini berada di Batam, membantah isu kunker ke Singapura. “Ke Batam. Bukan ke Singapur,” tandas Mansur.(ndi/zak)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 729

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *