Keluarga Dewan NTB Nyaris jadi Korban Dugaan Pencabulan di UNRAM

F ilustrasi

MATARAM – Kasus dugaan pelecehan seksual di Kampus Universitas Negeri Mataram (UNRAM) masih menjadi isu hangat pecan ini. Lebih-lebih pasca mahasiswi asal Gunung Sari, Lombok Barat jadi korban genit oknum dosen di UNRAM.

Tapi lebih mengejutkan lagi, setelah Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB, Lalu Wirajaya mengungkapkan jika kasus itu bukan pertama kali terjadi di perguruan tinggi plat merah tersebut.

Politisi Gerindra ini malah mengaku, keluarganya nyaris jadi korban dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum pegawai Kampus UNRAM. Namun kejadian itu sudah lama. Wirajaya baru bongkar setelah muncul berita terbaru kemarin.

Adapun kronologisnya, saat itu keluarganya hendak konsultasi pindah jurusan dan saat itu upaya dugaan pelecahan terjadi yang dilakukan oknum pegawai UNRAM. Namun beruntung keluarganya berhasil kabur. Kejadian itu pun dia ketahui saat keluarganya pulang ke rumah sambil menangis, korban menceritakan apa yang hampir terjadi menimpa dia.

“Saya sangat sayangkan ini terjadi. Terus terang keluarga saya hampir jadi korban oleh oknum pegawai di UNRAM,” ungkapnya pada Radar Mandalika.

Kata Wirajaya, kajadian yang nyaris menimpa keluarganya itu sudah dua tahun lalu. Namun saat itu Wirajaya tidak membongkar kasus ini lantaran oknum pegawai tersebut datang ke rumahnya dan merengek minta maaf.

“Saya sembunyikan karena pelaku waktu itu datang ke rumah minta maaf dengan cara baik-baik,” katanya.

Bagi Jaya, dugaan pencabulan itu satu momok yang dikhawatirkannya terutama bagi masyarakat NTB umumnya, apalagi mereka yang kuliah anaknya ke UNRAM. Jangan sampai muncul kesan yang buruk terhadap UNRAM sendiri. Kasus dugaan pencabulan yang dialami YN warga Gunung Sari itu bisa saja baru satu yang terekspose.

“Belum lagi apa yang dialamai keluarga saya waktu itu,” bebernya.

Sementara itu, atas kasus dugaan pelecehan seksual oleh oknum dosen Fakultas Hukum UNRAM, mendapat perhatian serius pihak Rektorat Unram. Oknum dosen tersebut bahkan terancam mendapat sanksi dicopot.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Mataram Dr. H. Hirsanuddin, S,H., M.H. didampingi Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan (WR II) Prof. Dr. Kurniawan, S.H., M.Hum., Senin (20/7) mengungkapkan, bahwa kasus yang sedang viral itu sedang dalam pembahasan Dewan Komisi Etik Unram.

“Nanti Sidang Komisi Etik yang akan menentukan sanksi terhadap yang bersangkutan. Sanksi terberatnya adalah pencopotan atau pemecatan,” ungkapnya.

Dia mengatakan, Sidang Komisi Etik Dosen Fakultas Hukum Unram yang diketuai Prof. Dr. Zainal Asikin, bersama lima anggota Dewan Etik mengagendakan sidang digelar Selasa (21/7) besok. Dimana dalam Sidang Etik tersebut akan dihadirkan oknum dosen (terduga), juga mahasiswi yang menjadi korban pelecehan untuk dikonfrontir.

“Jadi besok itu Komisi Etik akan bersidang dengan menghadirkan kedua belah pihak,” jelas H. Hirsanuddin.

Disebutkan, dari sudut pandang hukum kasus dugaan pelecehan ini masuk ke dalam kategori delik aduan. Artinya, sepanjang tidak ada laporan maka tidak dapat di proses secara hukum. Sedangkan untuk Unram sendiri kasus yang melibatkan dosen ada aturan, yakni Kode Etik Dosen dan Disiplin PNS.

Karena itu, keputusan Sidang Komisi Etik nantinya akan menjadi keputusan resmi Unram, dalam kasus dugaan pencabulan tersebut.

“Apapun keputusan Sidang Komisi Etik, itulah keputusan Lembaga (Unram, red),” tegasnya.

Sementara WR II Unram Prof. Kurniawan menambahkan, kasus yang sedang bergulir itu akan dijadikan bahan pelajaran bersama, agar tidak terulang kembali di kemudian hari.

“Kasus ini kita ambil hikmahnya. Ke depan, kami akan melakukan antisipasi dengan cara merevisi Standard Operasional Prosedur (SOP) konsultasi mahasiswa, termasuk menambah perangkat CCTV di ruangan dosen,” kata Prof. Kurniawan.

Untuk diketahui, publik Nusa Tenggara Barat dikejutkan dengan munculnya kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum Dosen Fak. Hukum Unram inisial NIN, terhadap mahasiswi bimbingan skripsi inisial YR. (jho/tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Wagub Minta Protokol Kesehatan Diperketat di Destinasi Pariwisata

Read Next

Hari Ini Kunjungan Rombongan Pejabat Negara Cek Sirkuit MotoGP

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *