Kasus Kriminal Menurun di Lobar

  • Bagikan
F KASUS 1
IST/RADAR MANDALIKA GELAR KASUS: Kapolres Lobar AKBP Wirasto Adi Nugroho didampingi Forkopimda Lobar saat melakukan pers rilis kasus selama setahun di Mapolres Lobar, Jumat (31/12) lalu.

LOBAR–Angka kasus kriminal yang terjadi di Lombok Barat (Lobar) selama 2021 mengalami penurunan dari tahun 2020. Berdasarkan data yang dirilis Polres Lobar hingga penghujung 2021, kasus kriminal mencapai 574 kasus. Menurun 8,74 persen dari 2020 sebanyak 629 kasus. “Terjadi penurunan kasus 8,74 persen dari tahun lalu,” terang Kapolres Lobar, AKBP Wirasto Adi Nugroho, saat rilis capaian kasus  bersama Forkopimda Lobar di Mapolres Lobar, (31/12) lalu.

Menurutnya dari 547 kasus itu masih didominasi pencurian. Baik itu pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (Curas) dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Lebih ditail Wirasto menjelaskan untuk curanmor sebanyak 25 kasus, curat 67 dan curas kisaran puluhan. Dari kasus 3C itu diamankan 144 tersangka.

“Tersangka kasus pencurian dengan kekerasan sebanyak 56 orang, pencurian kendaraan bermotor sebayak 12 orang dan pencurian biasa sebanyak 4 orang,” terangnya.

Sedangkan untuk anatomi tempatnya, curanmor dan curat ini banyak terjadi di perumahan. Dengan rincian curatnya sekitar 28 kasus, sedangkan curanmor ada 15 kasus yang terjadi di perumahan.

“Untuk barang bukti kendaraan bermotor yang berhasil diamankan, Curat sebanyak 18 unit, Curas 11 unit, Curanmor 9 unit yang bisa kita amankan,” katanya.

Tak hanya itu Polres Lobar juga berhasil mengungkap perjudian sebanyak 9 kasus. Dimana 6 kasus sudah diselesaikan, tiga lainnya dalam tahap penyelesaian. Selain itu kasus menonjol yang sempat menarik perhatian publik diantaranya kasus penusukan terhadap pelajar juga berhasil diungkap dengan mengamankan 8 tersangka.

“Mengakibatkan pelajar meninggal dunia berhasil kita ungkap, serta kasus jambret terhadap anak kecil juga dapat kita amankan pelakunya,” tandasnya.

Bergesar ke pengungkapan kasus narkoba, selama tahun ini Polres Lobar terbilang cukup banyak berhasil mengungkap tersangka yakni sebanyak 36 orang. “Terdiri dari tersangka pria 32 orang, untuk wanita 4 orang,” imbuhnya.

Total sebanyak 102,81 gram barang bukti narkoba berbagai jenis berhasil diamanakan. Terdiri dari sabu-sabu sekitar 98,01 gram, ganja 4,37 gram, kokain 0,43 gram, dengan uang tunai Rp 56, 3 juta. Termasuk barang bukti lainnya terkait narkoba, diantaranya bong sebanyak 10 unit, HP sebanyak 45 unit. “Adapula miras 23 botol, merupakan hasil cipta kondisi Nataru,” ucapnya.

terkait dengan kasus kecelakaan lalulintas, selama tahun 2021 terjadi 121 kasus. Rincian, meninggal dunia 32 orang, luka berat sebanyak 67 orang, luka ringan 117 orang dan kerugian materil sekitar Rp 269 juta. Kemudian dari 121 kaus tersebut untuk penyidik dari lalulintas telah menyelesaikan sebanyak 89 kasus. Dengan rincian P21 sebanyak satu kasus, SP3 sebanyak 10 kasus, Alternative Dispute Resolution (ADR) atau penyelesaian di luar pengadilan sebanyak 78 kasus. Untuk angka pelanggaran lalulintas terjadi sebanyak 5.392 selama periode tahun 2021. (win)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *