Kakak Ipar Pembunuh Diancam Hukuman Seumur Hidup

WhatsApp Image 2020 02 20 at 21.26.29 1

WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA GROUP AMANKAN: Kapolres Lobar AKBP Bagus S Wibowo saat menayakan langsung tersangka M di Mapolres Lobar, kemarin.

LOBAR-Terungkap sudah alasan M membunuh adik iparnya, Senin (17/2) malam lalu. Motif pembunuhan dendam kesumat yang sudah begitu lama membuat dia tega menebas iparnya di gang kediamannya di Dusun Karang Langko, Desa Babbusalam.

Tersangka M, dia mengaku melakukan itu karena membela diri. Sebab selama ini ia dan keluarganya selalu diusik oleh korban AR. Bahkan ia mengaku sudah sering korban mencari masalah dan mengancam keluarganya. Padahal sudah beberapa kali dilakukan mediasi menyelesaikan masalah keluarga diantara mereka. Namun tetap saja korban mencari masalah.

“Dari dulu saya sering kali diserang, sudah berapa kali laporan. Pas puasa itu sudah diselesaikan masalahnya, tetapi dia lempar saya punya rumah, dibawakan pedang dibakawan senjata,” cerita Tersangka M saat ditanyakan oleh Kapolres Lobar, AKBP Bagus Satriyo Wibowo, kemarin. 

Kemarahaanya memuncak ketika mengetahui anaknya F dianiaya oleh korban AR. Namun ia membantah jika dianggap menganiaya korban. Sebab sepenuturannya saat itu terjadi pertikaian yang sama-sama mengunakan senjata tajam.

“Kita bela diri, ada satu pedang dia (korban),” ujarnya.

Namun saat radarmandalika.id ini menanyakan terkait permasalahan antara dia dengan korban. M tidak menjelaskan dengan pasti, hanya mengatakan itu masalah keluarga saja.

Kapolres Lobar, AKBP Bagus Satriyo Wibowo, menerangkan jika pihaknya sudah menetapkan M sebagai tersangka atas kasus penganiayaan itu. Sebanyak 8 saksi juga sudah dimintai keterangan atas kejadian itu.

“Sementara tersangka ditahan di rutan Polres Lobar,” ungkapnya saat jumpa pers di Mapolres Lobar.

Menurut bagus dari keterangan saksi dan tersangka motiv tindakan itu karena dendam kesumat beberapa tahun belakangan ini. Terlebih lagi saat hari kejadian, tersangka mendapatkan informasi jika anaknya dianiaya. Sehingga tersangka mendatangi korban.

“Saat Tersangka bertemu dengan korban di tempat kejadian perkara (TKP), kemudian terjadilah tindakan penganiayaan tersebut. Sehingga akhirnya korban diketahui meninggal dunia,” sambungnya.

Terkait permasalahan antara korban dan tersangka, Bagus mengaku jika permasalahan keluarga. Bahkan ia menilai permasalahan itu biasa terjadi antar keluarga.  

Diakuinya memang saat kejadian itu pihaknya mengamankan dua orang. Namun setelah dilakukan pemeriksaan dan keterangan saksi, pihaknya menyimpulkan jika pelaku hanya M.

Kasat Reskrim Polres Lobar, AKP David Sidik menambahkan jika hingga kini senjata tajam yang diduga dibawa juga oleh korban belum ketermukan.

“Kalau keterangan tersangka ada bawa parang (korban), tetapi di TKP hanya parang dari tersangka saja yang kita dapatkan. Yang punya korban belum kita dapatkan,” jelasnya.

Kini tersangka sudah ditahan di Mapolres Lobar. Tersangka dijerat pasal 340 jo 351 ayat (3) terkait penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa korban. Dengan ancama penjara seumur hidup atau hukuman mati. (win)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Karang Taruna Prapen Siap Tampil Lagi

Read Next

Pol PP Plototi Keberadaan Kos Disalahgunakan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *