Kabar Duka, Mayat TKI Asal Lombok Tengah Ditemukan

  • Bagikan
F ilustrasi tenggelam
ilustrasi

MATARAM – Unit Pelaksana Teknis Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT BP2MI) Mataram mendapatkan data satu korban TKI Illegal di Batam telah ditemukan mayatnya. Identitas jenazahnya Lalu Ahmat Sapii alias Mat warga Bunpek RT/RW  000/000 Desa Tumpak, Kecamatan Pujut.

 

Kepala UPT BP2MI Mataram, Abri Danar Prabawa mengatakan pengenalan identitas jenazah itu dengan ditemukan dokumen yang ditemukan KTP atas nama yang bersangkutan. SIM C atas nama yang bersangkutan dan  Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) yang tidak berlaku lagi diterbitkan 27 Mei 2013 atas nama yang bersangkutan.

 

“(Ini) menindaklanjuti surat kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang nomor : B/271/OPS.01.02/VI/SARTPI-2022 tanggal 22 Juni 2022 perihal permintaan data,” ungkap Abri di Mataram tadi malam kepada media.

 

Dalam surat itu informasi dari Coast Guard Singapore bahwa telah ditemukan jenazah diduga salah satu korban hilang SB tenggelam di Perairan Pulau Putri Nongsa, Batam 21 Juni 2022 pukul 21.15 WIB. Setelah dilakukan pendalaman terhadap 23 orang PMI korban selamat bahwa adalah benar merupakan teman mereka yang dinyatakan hilang.

 

Abri mengatakan, BP2MI telah berkoordinasi dengan Direktorat PWNI BHI Kemenlu untuk mengkoordinasikan penanganan jenazah tersebut oleh pihak perwakilan RI di Singapura.

 

Sementara, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi NTB, I Gde Putu Ariyadi yang dikonfirmasi membenarkan data tersebut. Pihaknya pun telah menerima laporan surat kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang dari BP2MI Mataram.

 

“Ini baru saya dikirimi (data) dari Abri Danar,” beber Ariyadi terpisah.

 

Sebelumnya, Disnakerpun telah mendapatkan informasi dari satu jenazah tersebut. Namun pihaknya tidak berani mempublis mengingat belum mendapatkan kejelasan dari lokasi pencarian.

 

Sementara itu Ketua Komisi V DPRD NTB, Lalu Hadrian Irfani dalam waktu dekat akan memanggil BP2MI Mataram. Pihaknya menilai BP2MI sebagai lembaga verftikal di daerah kurang pro aktif dalam pencarian update di tempat kejadian untuk disuguhkan ke masyarakat.

“Kami akan gali informasi dulu dan koordinasi terkait pemulangan warga kita yang menjadi korban kecelakaan kapal,” tegasnya.

 

Hadrian mengatakan, harusnya BP2MI bergerak cepat mengatasi masalah ini. Jangan ada kesan hanya bisa menunggu informasi saja. Komisi V pun berencana akan berkoordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja untuk menindaklanjuti masalah TKI illegal tersebut.

 

“Kami besok akan koordinasi di Kementerian Naker untuk bahas maslah PMI ini,” janjinya.(jho)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *