Janda Muda Bunuh dan Buang Mayat Bayinya

  • Bagikan
F MAYATT BAAYI
IST/RADAR MANDALIKA DIGIRING: Pelaku S (rambut panjang) saat dibawa anggota Unit PPA Satreskrim Polres Lobar ke ruang pemeriksaan untuk dimintai keterangan, Sabtu (19/6) lalu.

LOBAR—Entah setan apa yang merasuki S hingga tega membunuh dan membuang bayi yang baru dilahirkannya. Janda berusia 19 tahun itu ternyata pelaku pembuang mayat bayi yang ditemukan warga di Dusun Sedayu Desa Kuripan Kecamatan Kuripan, Sabtu (19/6) lalu.
Kepastian S sebagai ibu kandung bayi itu diungkapkan langsung Kasat Reskrim Polres Lobar Iptu I Made Dharma Yulia Putra. Menurutnya dari hasil interogasi, pelaku S yang diamankan hari itu juga tak membantahnya. Bahkan mengaku jika anak itu merupakan hasil hubungan gelap bersama pacarnya.
“Jadi setelah dilakukan pemeriksaan oleh unit PPA Sat reskrim Polres Lobar bersama Unit Reskrim Polsek Kuripan. Akhirnya mengetahui motif pelaku pembunuhan dan pembuang bayi ini,” terang Dharma, Selasa (21/6).
Wanita yang diketahui sebagai warga Desa Jageraga Kuripan itu sudah lama menjanda. Pelaku S memiliki pacar yang saat ini bekerja sebagai sales di salah satu perusahaan di Mataram. Namun setelah tiga bulan berpacaran keduanya tak lagi berhubungan sebelum akhirnya diketahui hamil.
Dari pengakuan S, awal mula pembunuhan darah daging tersebut itu ketika melahirkan Sabtu (18/6) pukul 01.00 wita. “Saat melahirkan, bayi laki-laki dalam keadaan menangis, sehingga tersangka melilitkan tali pusar ke bayi tersebut. Namun bayi masih menangis, kemudian ditutup menggunakan bantal yang ada di sebelah tersangka,” terangnya.
Akibat perbuatannya itu, bayi tak berdosa itu meninggal dunia. Tersangka langsung menggunakan mukenah membungkus mayat bayi lalu membawanya keluar. Setelah itu pelaku membuang mayat bayinya ke sebuah kebun di kawasan Sedayu Desa Kuripan. Suasana dini hari yang masih sepi membuat tak ada yang mengetahui wanita itu melahirkan.
“Pelaku menaruhnya di kebun pepaya tersebut, hingga terlapor dan saksi-saksi menemukannya dan melaporkannya ke Polsek Kuripan,” ujarnya.
Janda muda itu mengaku nekat melakukan tindakan ini karena merasa malu, melahirkan bayi hasil hubungan gelap. Terlebih ia menyandang status janda dan tak memiliki pekerjaan.
“Dari keterangan yang disampaikan oleh terduga pelaku di unit PPA Sat Reskrim Porles Lobar, ini merupakan hasil hubungan gelap antara pelaku dengan pacarnya,” ujarnya.
Sampai saat ini, polisi masih mengamankan satu terduga pelaku yakni ibu bayi yang membunuh dan membuang bayi tersebut. Sedangkan pacar terduga pelaku masih dalam pendalaman, dan berstatus sebagai saksi.
Terhadap tersangka dikenakan pasal 76 C Jo pasal 80 ayat (3) UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 Tentang perlindungan anak. “Dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara,” tandasnya.
Terpisah Kepala Desa Kuripan, Hasbi menegaskan jika pelaku pembuangan mayat bayi itu bukan berasal dari Desa Kuripan, walaupun lokasi pembuangannya di desanya. Pihaknya tidak ingin nama baik Desa Kuripan tercoreng akibat perilaku warga desa lain. “Ini yang perlu kita klarifikasi sebagai pemerintah desa,” ujar Hasbi.
Ia mengajak seluruh kepala desa untuk mengatensi kejadian seperti ini agar tak terulang lagi. Kemudian bersama menyosialisasikan kepada masyarakat terkait pernikahan dini atau merariq kodeq. “Ini penting agar kejadian seperti ini tidak mencoreng nama desa. Tentu ini peran perangkat wilayah atau dusun sebagai ujung tombak desa menyosialisasikan terkait hal ini,” pungkasnya. (win)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *